BBWSC3: Limbah Rumah Tangga Bisa Pengaruhi Produksi Padi

  • 13 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kualitas air irigasi sangat penting untuk persawahan, tidak hanya sekadar ketersediaan debit air.
  • BBWSC3 Banten mengingatkan warga untuk tidak membuang limbah rumah tangga ke saluran irigasi demi menjaga kualitas air.
  • Warga diperbolehkan menggunakan saluran irigasi untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, asalkan air bekasnya tidak dialirkan kembali ke jaringan irigasi.

RRI.CO.ID, Serang - Air yang mengalir ke persawahan tidak hanya bergantung pada ketersediaan debit, tetapi juga kualitasnya. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Banten mengingatkan warga agar tidak membuang limbah rumah tangga ke saluran irigasi.

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana mengatakan, masih ada warga yang memanfaatkan saluran irigasi untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mandi. Aktivitas tersebut tidak menjadi persoalan selama air bekasnya tidak dialirkan kembali ke jaringan irigasi.

“Boleh mandi, cuma limbahnya jangan dibuang ke situ. Limbah kimia dari rumah tangga itu mempengaruhi, karena salurannya dibutuhkan untuk mengairi sawah,” kata Dedi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, limbah dari penggunaan sabun dan bahan kimia rumah tangga dapat terbawa aliran air hingga ke areal persawahan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dikhawatirkan mempengaruhi tanaman padi yang mendapat pasokan air dari jaringan irigasi.

“Kalau banyak sabun mungkin nanti padinya terganggu. Artinya mempengaruhi produksi dan kualitas,” ujarnya.

Dedi menyebut jaringan irigasi memiliki fungsi utama mendistribusikan air ke lahan pertanian. Karena itu, air yang masuk ke saluran harus dijaga agar tidak tercampur limbah yang dapat mengganggu kebutuhan tanaman.

“Salah satu jaringan yang masih ditemukan digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari berada di bagian Daerah Irigasi Ciujung yang terhubung dengan sistem Sungai Cibanten,” kata dia.

Pemanfaatan saluran untuk mandi masih dijumpai di sejumlah titik. Dedi mengatakan, aktivitas tersebut terkadang dilakukan karena masyarakat belum mendapat larangan langsung di lokasi.

Namun, ia meminta kebiasaan tersebut tidak diikuti dengan pembuangan air bekas mandi, deterjen, sabun, maupun limbah rumah tangga lainnya ke saluran.

BBWSC3 mengingatkan fungsi jaringan irigasi harus tetap dijaga untuk kebutuhan pertanian. Menurut Dedi, menjaga kualitas air irigasi menjadi salah satu bagian penting agar pasokan air ke sawah tidak menimbulkan persoalan bagi tanaman maupun hasil produksi petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....