Guru dan Dosen Diminta Dampingi Penggunaan Teknologi Digital

  • 12 Agt 2026 06:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan pola pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Kondisi tersebut membuat guru dan dosen tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga perlu mendampingi peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Wulan Nurjanah, mengatakan perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru dan dosen harus mengikuti perubahan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Mau tidak mau memang kita harus mengikuti perkembangan perubahan terhadap media digital saat ini. Artinya, peran kita sebagai guru kemudian dosen tentunya mendampingi mereka dalam menggunakan teknologi tersebut,” ujar Wulan saat berdialog bersama PRO 1 RRI Banten, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Wulan, pendampingan diperlukan karena teknologi digital memiliki dua sisi. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh sumber belajar dan menyelesaikan berbagai aktivitas akademik. Namun, penggunaan yang berlebihan juga dapat mengganggu konsentrasi peserta didik dan membuat mereka mudah terdistraksi.

Karena itu, guru dan dosen perlu memberikan batasan serta pemahaman mengenai penggunaan perangkat dan berbagai platform digital. Peserta didik juga perlu diarahkan untuk memahami etika berkomunikasi, menjaga keamanan digital, serta tidak menggunakan teknologi untuk menyebarkan hoaks maupun informasi yang mengandung SARA.

Dalam pembelajaran, Wulan menilai tidak ada satu metode yang selalu paling baik untuk diterapkan. Model pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, materi, lingkungan belajar, serta sarana dan prasarana yang tersedia.

Ia mencontohkan penerapan project based learning yang dapat menghasilkan produk digital. Model tersebut dinilai relevan ketika peserta didik memiliki perangkat yang mendukung dan materi pembelajaran memungkinkan mereka menghasilkan karya dalam bentuk digital.

Wulan berharap pendampingan guru dan dosen dapat berjalan seiring dengan penguatan empat aspek literasi digital, yakni digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture. “Harapannya kita bisa menggunakan teknologi digital ini secara bijak kemudian juga secara kritis,” katanya.

Dengan pendampingan yang tepat, teknologi digital diharapkan tidak menggantikan peran pendidik, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat proses pembelajaran, kreativitas, karakter, dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....