Model PM-AAS di Banten Buktikan Kenaikan Produksi Padi 100 Persen
- 09 Agt 2026 09:28 WIB
- Banten
RRI. CO. ID, Serang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten (BRMP) Banten membuktikan Model Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Model ini diklaim meningkatkan produksi padi sebesar 100 persen.
Hasil yang diperoleh melalui penggunaan varietas padi Inpari 42 pada lahan IP2MP Singamerta adalah 8.8 ton. Padahal saat musim sebelumnya di lahan yang sama hanya rata-rata mampu menghasilkan 4 ton/ha.
Hasil 8.8 ton tersebut merupakan hasil ubinan BPS langsung pada lokasi panen. “Kenaikan ini sangat signifikan sehingga kami yakin mampu mendukung keberlanjutan swasembada pangan,” ucap, Kepala BRMP Banten, Andry Polos, Sabtu 8 Agustus 2026.
PM-AAS, kata Andry merupakan sistem budidaya padi modern yang menggabungkan teknologi digital, mekanisasi, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas. Melalui PM-AAS, ada perbaikan unsur hara tanah karena ada pemberian pupuk organik sebanyak 2-3 ton per ha.
"Selain itu dilakukan pemberian biochar yang berfungsi untuk menyuburkan tanah dan menahan air dan nutrisi agar tidak cepat hilang. Sebelumnya, di lokasi terdeteksi pH tanah asam sehingga telah dilakukan penambahan dolomit/kapur pertanian yang berfungsi menetralkan pH tanah," katanya.
Selanjutnya, kata Andry penerapan modernisasi pertanian seperti penyemprotan pestisida menggunakan drone, penggunaan AWD (Alternate Wetting and Drying) dalam pengaturan air, dan panen menggunakan combine harvester. "Tahapan pada pertanaman PM-AAS dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip PM-AAS antara lain pertama, tanam rapat dalam baris," ucapnya.
Kemudian yang kedua, pemanfaatan teknologi digital. Ketiga, mekanisasi pertanian.
"Keempat, pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kelima, Tanam Benih Langsung (Tabela) dan pengelolaan budidaya secara terpadu. Keenam, pendekatan spesifik lokasi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....