Pasokan Melimpah, Harga Bahan Pokok di Lebak Seminggu Terakhir Stabil

  • 08 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Harga komoditas bahan pokok di Kabupaten Lebak bergerak stabil sepanjang sepekan terakhir tanpa lonjakan berarti.
  • Melimpahnya pasokan barang di pasar tradisional menjadi faktor utama yang menahan gejolak harga komoditas.
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak memastikan situasi harga tetap terkontrol dan tidak ada anomali pada komoditas utama masyarakat.

RRI.CO.ID, Lebak - Harga sebagian besar komoditas bahan pokok di Kabupaten Lebak bergerak relatif stabil sepanjang sepekan terakhir. Melimpahnya pasokan barang di pasar tradisional menjadi jangkar utama yang menahan gejolak harga.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak memastikan belum ada lonjakan berarti pada komoditas utama masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani menyebut, kondisi pasar tradisional saat ini masih sangat kondusif.

"Berdasarkan pemantauan kami di lapangan, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Stok melimpah dari distributor jadi faktor utamanya, jadi harga tetap terkendali," ujar Yani, Jumat, 7 Agustus 2026.

"Kami terus pantau alur distribusi bersama instansi terkait. Kalau ada indikasi sumbatan, langsung kita tindak lanjuti supaya pedagang tidak mainkan harga," tambahnya.

Berdasarkan data Disperindag Lebak, beras medium kualitas KW 1 hingga KW 3 masih bertahan di kisaran Rp11.900 sampai Rp13.400 per kilogram. Gula pasir ajor berada di angka Rp19.000/kg, sementara telur ayam dibanderol Rp25.000/kg. Komoditas daging pun cenderung tenang: daging ayam Rp38.000/kg, daging sapi Rp148.000/kg, dan daging kerbau Rp150.000/kg.

Meski begitu, fluktuasi tipis terjadi pada kelompok bumbu dapur dan minyak goreng subsidi. Bawang merah dipatok Rp52.000/kg dan bawang putih Rp38.100/kg. Sementara cabai merah besar naik ke Rp50.000/kg dan cabai rawit merah menyentuh Rp59.000/kg. Sebaliknya, cabai rawit hijau justru melandai ke Rp47.000/kg.

Untuk MinyaKita, harganya sedikit terkerek dari Rp18.500 menjadi Rp19.000 per kemasan. Guna mengantisipasi potensi lonjakan liar, Pemkab Lebak terus memacu pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala.

"Intervensi lewat Gerakan Pangan Murah terus kami jalankan agar pasokan di tingkat warga tetap aman dan harga tidak liar," kata Yani.

Kondisi ini bikin para ibu rumah tangga di Rangkasbitung sedikit bernapas lega. Ela, salah seorang pembeli di pasar tradisional, mengaku tidak terlalu cemas saat mengantongi uang belanja mingguan.

"Harga stabil begini bikin kita tenang pas belanja. Uang dapur jadi tidak keteteran. Harapannya ya kondisi begini tahan terus sampai akhir tahun. Kasihan masyarakat kecil kalau harga sembako naik-turun terus," tutur Ela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....