Bulog Perkuat RPK Tekan Inflasi Bahan Pokok

  • 12 Jun 2026 13:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Banten, terus berupaya menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui program Rumah Pangan Kita (RPK). Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani, mengatakan RPK memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Keberadaan RPK mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Saat ini, jaringan RPK yang bermitra dengan Bulog terus berkembang di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang. "Kami memiliki sekitar 200 outlet Rumah Pangan Kita yang tersebar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan harga bahan pokok yang relatif murah," kata Muhammad Syaukani di Lebak, Jum'at, 12 Juni 2026.

Melalui jaringan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga yang telah mendapatkan dukungan dari pemerintah. Salah satu komoditas yang menjadi andalan program tersebut adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat. Selain beras, minyak goreng juga tersedia dengan harga Rp14.000 per liter.

Komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, dan daging beku dipasarkan secara komersial dengan harga yang tetap berada di bawah harga pasar umum. Syaukani menjelaskan bahwa program RPK juga membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra Bulog.

Masyarakat yang ingin bergabung sebagai "Sahabat RPK" dapat mengajukan kemitraan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Salah satu syarat utama adalah memiliki modal usaha berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai bahan pokok yang disediakan Bulog guna dijual kembali kepada masyarakat. "Masyarakat yang ingin menjadi Sahabat RPK dapat bergabung dengan modal antara Rp2 juta sampai Rp5 juta untuk membeli bahan pokok dari Bulog," ujarnya.

Produk yang dapat dipasarkan oleh mitra RPK antara lain beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, daging kerbau, dan gula pasir. Menurut Syaukani, harga bahan pokok yang diterima mitra relatif lebih murah karena mendapat dukungan subsidi pemerintah.

Dengan demikian, para mitra dapat menjual kembali produk tersebut kepada konsumen dengan harga yang tetap terjangkau. "Kami meyakini harga bahan pokok yang dijual melalui RPK dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran umum," katanya.

Rohman (45), warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku telah menjalankan usaha RPK selama sekitar satu tahun terakhir. Keberadaan RPK mendapat respons positif dari masyarakat, terutama kalangan berpenghasilan rendah.

Banyak warga memilih berbelanja di RPK karena harga bahan pokok yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau. Rohman mengatakan permintaan masyarakat terhadap beras dan minyak goreng cukup tinggi karena menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Kami menjual bahan pokok kepada konsumen dengan harga lebih murah karena mendapat dukungan subsidi, seperti beras Rp11 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp14 ribu per liter, sehingga banyak warga yang membeli di tempat kami," kata Rohman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....