Kejar Target Angka Partisipasi Sekolah PAUD, Pemkot Tangsel Kucurkan Rp4 Miliar

  • 05 Agt 2026 11:20 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemkot Tangsel mengucurkan dana Rp4 miliar pada 2026 untuk pembenahan sarana dan prasarana PAUD sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar.
  • Peningkatan fasilitas PAUD merupakan program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tangsel 2025–2029 yang bertujuan mendorong Angka Partisipasi Sekolah dan menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun.
  • Wali Kota Benyamin Davnie menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat ditawar-tawar dan harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu pendidikan anak usia dini.

RRI.CO.ID, Tangsel - Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengucurkan bantuan sekitar Rp4 miliar pada 2026 untuk memoles sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini digenjot demi mendorong peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) sekaligus menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, pembenahan fasilitas PAUD masuk dalam jajaran program prioritas RPJMD Tangsel 2025–2029. Pembangunan SDM dinilai tak bisa ditawar dan harus dimulai dari fondasi paling bawah.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh jadi generasi berkarakter," kata Benyamin, Rabu, 5 Agustus 2026.

"Anak-anak di Tangsel harus punya kesempatan yang sama. Jangan sampai ada sekolah yang fasilitasnya ala kadarnya sehingga anak tidak semangat belajar," ucapnya.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Tangsel, Rizkia Fitria menjelaskan, sepanjang tahun 2026 ini ada 115 lembaga PAUD yang ditargetkan menerima bantuan fisik.

"Dari target 115 satuan pendidikan, APBD murni 2026 mengover bantuan untuk 72 lembaga dulu. Sisanya diselesaikan lewat anggaran perubahan," ujar Rizkia.

Daftar sekolah penerima bukan ditunjuk asal-asalan, melainkan hasil verifikasi langsung para penilik dan pengawas di lapangan. Bantuan yang disalurkan berwujud fisik penunjang kelas, mulai dari meja-kursi anak, loker tas, papan tulis, hingga Alat Peraga Edukatif (APE).

"Setiap lembaga yang dapat itu benar-benar yang membutuhkan dan memenuhi kriteria. Kami ingin ruang kelas PAUD lebih hidup dan nyaman buat tumbuh kembang anak," ucap Rizkia.

Dia optimistis, pembenahan fasilitas ini bakal mendongkrak partisipasi sekolah anak usia dini di Tangsel yang saat ini sudah menembus angka 90 persen.

"Fasilitas yang makin lengkap diharapkan bisa menarik minat orang tua membawa anaknya ke PAUD. Target kita angka partisipasi ini bisa naik makin optimal mendekati 100 persen," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....