Kemarau Panjang Meluas, Sawah di Banten Terancam Puso

  • 04 Agt 2026 06:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Bencana kekeringan akibat musim kemarau panjang di Provinsi Banten mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Dampak kemarau memicu kerusakan terhadap ribuan hektar lahan sawah di Banten.

"Berdasarkan data dari Dinas Pertanian lahan sawah yang mengalami kerusakan mencapai 1.247,5 hektare, dengan lahan yang mengalami kerusakan sedang mencapai angka 303,5 hektare. Sebanyak 171 hektare lahan berada dalam kondisi rusak berat, dan sebanyak 68 hektare lahan persawahan sudah dipastikan mengalami gagal panen total atau puso " ujar Ketua komisi II DPRD Banten, Menurut Iip Makmur Senin 3 Agustus 2026.

Ssebanyak 590 hektare sawah dilaporkan masih sempat dipanen sebelum kekeringan parah merusak bulir padi, serta 32,5 hektare lahan lainnya berhasil pulih setelah mendapatkan penanganan. Ada 930 hektare lahan persawahan lainnya yang hingga saat ini masih berada dalam kondisi sangat kritis dan terancam kekeringan susulan..

Iip mengatakan dinas terkait arus segera terjun ke lapangan untuk memastikan jumlah lahan yang terdampak dan melakukan upaya penanggulangannya. "Laporan sebaran wilayah mengonfirmasi musim kemarau telah meluas secara signifikan di lima daerah yang mencakup empat kabupaten dan satu kota," ujarnya.

Wilayah Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah terdampak cukup parah dengan total luas kekeringan mencapai 700 hektare. Dimana 68 hektare di antaranya mengalami puso dan 414 hektare lainnya terancam puso.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 686 hektare sawah terdampak kekeringan dengan 515 hektare di antaranya berstatus sangat rentan dan terancam puso atau gagal panen. Sementara itu, di Kabupaten Lebak sudah tercatat 294 hektare dengan satu hektare di antaranya terancam puso.

Adapun wilayah lainnya seperti Kabupaten Tangerang menujukkan101 hektare lahan terdampak dengan baru dua hektare yang berhasil dipulihkan sejauh ini. Sementara untuk wilayah perkotaan, Kota Serang melaporkan kerusakan akibat kekeringan yang melanda area pertanian seluas 9 hektare. (Cyesilia Tiara Manihuruk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....