Kapolda Banten Pimpin Apel Cegah Karhutla

  • 03 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kapolda Banten memimpin apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana dan Karhutla tahun 2026 sebagai bentuk persiapan menghadapi potensi bencana pada musim kemarau.
  • Apel kesiapsiagaan diikuti oleh personel dari Korem 064/Maulana Yusuf, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan satuan kerja lainnya dalam sinergi antarlembaga.
  • Sinergi dan koordinasi antarlembaga dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Banten.

RRI.CO.ID, Serang - Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Apel Polda Banten, Senin 3 Agustus 2026. Apel digelar sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana pada musim kemarau.

Apel diikuti personel dari Korem 064/Maulana Yusuf, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta satuan kerja lainnya. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki menegaskan, upaya pre-emptif harus diutamakan melalui kolaborasi seluruh instansi. Menurutnya, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla.

"Jangan membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah dengan sembarangan. Semua ada sanksi pidananya, termasuk ancaman pidana di atas lima tahun apabila dilakukan dengan unsur sengaja," ujarnya.

Selain sosialisasi melalui pemasangan spanduk dan banner, Polda Banten juga akan memanfaatkan videotron sebagai media penyampaian imbauan. Mobil patroli dengan fasilitas public address mobile turut dikerahkan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Imbauan difokuskan agar masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi munculnya titik api.

Pemerintah bersama TNI, Polri, dan Satgas Terpadu juga menyiapkan pos siaga di sejumlah wilayah rawan kebakaran. Pos tersebut ditempatkan di kawasan yang memiliki potensi titik api, termasuk beberapa tempat pembuangan akhir (TPA). Kesiapan personel dan armada pemadam kebakaran dipastikan dapat digunakan sewaktu-waktu. Langkah itu dilakukan agar penanganan kebakaran dapat berlangsung cepat dan efektif.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah karhutla. Dukungan media massa dan media sosial dinilai penting dalam menyebarluaskan pesan-pesan pencegahan. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.

Kapolda menekankan seluruh masyarakat Banten untuk memanjatkan doa agar daerah tersebut terhindar dari berbagai bencana, termasuk karhutla. Ia berharap potensi hujan yang diperkirakan BMKG dapat membantu menekan risiko kebakaran. Namun demikian, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak tetap harus dijaga. Sinergi pemerintah, aparat, media, dan masyarakat menjadi kunci menjaga Banten tetap aman dari bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....