Kemarau Panjang Ancam Lahan Pertanian Pandeglang
- 24 Jul 2026 14:35 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kabupaten Pandeglang menghadapi ancaman serius pada sektor pertanian akibat prediksi musim kemarau panjang yang berlangsung hingga September 2024.
- Kekeringan parah telah menyerang ratusan hektar lahan sawah tadah hujan di wilayah selatan Pandeglang, memicu krisis air bersih di berbagai daerah.
- Lahan pertanian di wilayah utara Pandeglang relatif lebih aman karena kedekatan dengan sumber air dan letak geografis perbukitan yang mendukung irigasi.
RRI.CO.ID, Pandeglang – Sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang menghadapi ancaman serius seiring prediksi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga bulan September mendatang. Kondisi cuaca panas ekstrem ini memicu kekeringan pada ratusan hektar lahan sawah serta memperluas krisis air bersih di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Nuridawati menyatakan, dampak kemarau paling parah melanda lahan sawah tadah hujan di wilayah selatan. Sebaliknya, lahan pertanian di wilayah utara relatif lebih terbantu karena dekat dengan sumber air serta didukung letak geografis perbukitan.
"Kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung panjang hingga bulan September atau lebih dengan suhu yang jauh lebih panas. Wilayah selatan berdampak sangat parah karena mengandalkan sawah tadah hujan, sementara wilayah utara terbantu sumber air," ujar Nuridawati, Jumat 24 Juli 2026.
Data dinas mencatat total lahan terdampak kekeringan mencapai 686 hektar dengan sisa area terdampak seluas 304 hektar. Kendati demikian, sebagian besar petani di wilayah Munjul dan Angsana berhasil menyelamatkan hasil panen sebelum kekeringan meluas.
DPKP mencatat wilayah terdampak dan terancam kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan seperti Sindangresmi, Patia, Sukaresmi, hingga Pagelaran. Pemerintah daerah bersama instansi provinsi terus menggenjot program pompanisasi dan pipanisasi guna meringankan beban kerugian para petani.
"Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi terkait program pompanisasi dan pipanisasi untuk membantu para petani meringankan beban kerugian. Upaya teknis ini diharapkan mampu menyelamatkan sisa lahan pertanian yang masih terancam kekeringan ekstrem," kata Nuridawati.
Adapun dampak musim kemarau ini juga memperluas krisis air bersih hingga delapan kecamatan dan mencakup sembilan belas desa di Kabupaten Pandeglang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) mencatat ribuan jiwa warga kini mengandalkan pasokan air bersih darurat dari pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....