Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD-PK Pandeglang Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Air
- 17 Jul 2026 06:00 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi meluas selama musim kemarau 2026. Berdasarkan hasil pemetaan Kajian Risiko Bencana (KRB), sebanyak 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Pandeglang kini masuk dalam kategori berpotensi tinggi mengalami krisis air bersih.
Kepala BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengimbau seluruh masyarakat agar mulai melakukan penghematan penggunaan air bersih sebagai langkah antisipasi dini. Ia menegaskan bahwa di tengah ancaman kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang, pengelolaan air yang bijak menjadi sangat krusial bagi ketahanan warga.
"Kami terus melakukan monitoring di seluruh wilayah, baik yang berpotensi tinggi maupun sedang. Tahun ini ada kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang sehingga kami terus meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Riza, Kamis 16 Juli 2026.
Hingga saat ini, BPBD-PK mencatat dampak kekeringan telah dirasakan oleh masyarakat di empat kecamatan, yakni Karangtanjung, Cadasari, Angsana, dan Sindangresmi. Kondisi ini dilaporkan menyebabkan warga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak, walau pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih secara rutin melalui armada tangki yang dikerahkan ke lapangan.
Sebagai langkah strategis, BPBD-PK juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten dan pihak terkait lainnya untuk menambah armada distribusi guna menjangkau lebih banyak desa yang terdampak. Riza memastikan bahwa pihaknya akan merespons cepat setiap permohonan bantuan air bersih yang masuk melalui pemerintah desa, selama kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi.
Selain bantuan pemerintah, Riza berharap masyarakat dapat bergotong royong dalam mengelola sumber air yang tersisa di lingkungannya masing-masing. Sikap waspada dan kolaborasi antarwarga sangat diperlukan agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan pasokan air darurat.
"Sudah ada tiga kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi. Hari ini kami mendistribusikan air ke Sindangresmi dan Karangtanjung, sedangkan sebelumnya sudah dilakukan di Angsana," kata Riza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....