Imigrasi Serang Salurkan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
- 24 Jul 2026 14:28 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kantor Imigrasi Serang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Kabasiran melalui lima mobil tangki air pada 24 Juli 2026.
- Bantuan diberikan sebagai respons terhadap krisis air bersih yang dialami warga akibat musim kemarau.
- Penyaluran bantuan dilakukan setelah melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan.
RRI.CO.ID, Serang - Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Kabasiran, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat 24 Juli 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Sebanyak lima mobil tangki air disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyaluran dilakukan setelah pemetaan wilayah yang paling membutuhkan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang, Gusti Agung Komang Artawan mengatakan, musim kemarau membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat. Karena itu, Imigrasi Serang turut mengambil bagian membantu warga yang terdampak.
"Musim kemarau kami perhatikan air bersih menjadi kebutuhan masyarakat. Hari ini kami menyiapkan lima tangki air dan akan terus membantu setelah memetakan wilayah yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.
Pegawai Kelurahan Sawah Luhur, Suhroni mengatakan, krisis air bersih di wilayahnya menjadi persoalan yang terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarau. Warga selama ini mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Dia menuturkan, ketika sungai mengering, masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Sementara air tanah di wilayah tersebut memiliki kadar garam yang tinggi.
Menurut Suhroni, upaya membuat sumur bor juga belum membuahkan hasil. Air yang keluar tetap terasa asin bahkan di beberapa lokasi mengeluarkan gas sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Akibatnya, warga harus membeli air bersih dari luar.
Salah seorang warga, Karmini, mengaku keluarganya harus membeli satu gerobak air berisi sekitar 10 jeriken seharga Rp20 ribu selama musim kemarau. Pengeluaran itu menjadi beban tambahan bagi keluarganya. Ia bersyukur bantuan air bersih dari Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat berharap bantuan air bersih dapat terus disalurkan selama musim kemarau berlangsung. Selain bantuan jangka pendek, warga juga menginginkan solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih di Kampung Kabasiran.
Dengan adanya penyediaan sumber air bersih yang memadai, masyarakat tidak lagi bergantung pada pembelian air setiap musim kemarau. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....