Disdikpora Pandeglang Ungkap Kendala Perbaikan SDN Padahayu 2

  • 23 Jul 2026 19:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kondisi tiga ruang kelas di SDN Padahayu 2, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan dan cuaca, terus memicu keprihatinan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun terganggu karena kekhawatiran akan keamanan sarana sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Agung Kusuma Bakti membenarkan adanya keretakan dinding pada tiga ruang kelas usai meninjau lokasi secara langsung. Menurutnya meski pengusulan perbaikan sudah dilakukan sejak awal, minimnya jumlah peserta didik menjadi kendala utama dalam skala prioritas revitalisasi.

Agung menjelaskan bahwa program revitalisasi umumnya memprioritaskan sekolah dengan kriteria minimal 100 murid. Sementara itu, SDN Padahayu 2 saat ini tercatat hanya memiliki kurang dari 57 siswa.

"Program revitalisasi memprioritaskan sekolah dengan minimal 100 murid. Namun bukan berarti tidak direalisasikan, prosesnya tetap berjalan," ujar Agung, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menambahkan, lokasi sekolah yang berada di pelosok dan jauh dari pemukiman membuat penanganan terkesan kurang terpantau. Selain itu, keterbatasan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akibat sedikitnya jumlah siswa juga membuat pembenahan mandiri sulit dilakukan.

Sebagai solusinya, Disdikpora berencana mengalokasikan anggaran alternatif melalui program Specific Grant (SG) pada anggaran perubahan untuk rehabilitasi ringan hingga pembangunan TPT di belakang kelas. Adapun estimasi biaya rehabilitasi per ruang kelas disebutnya diperkirakan mencapai Rp130 juta hingga Rp140 juta.

Sementara, lambatnya penanganan kondisi SDN Padahayu 2 mendapat sorotan tajam dari pihak legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Udi Juhdi, menilai pemerintah daerah terkesan abai terhadap kelangsungan fasilitas pendidikan dasar di wilayahnya.

"Saya anggap abai, terutama Korwil yang seharusnya proaktif melaporkan kondisi bangunan rusak berat ini ke dinas," kata Udi.

Politisi Partai Gerindra tersebut mendesak Disdikpora Pandeglang untuk segera mengambil langkah cepat dan memasukkan perbaikan SDN Padahayu 2 ke dalam daftar anggaran prioritas. Ia mengingatkan bahwa penyediaan fasilitas belajar yang aman dan nyaman merupakan hak dasar para siswa.

"Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Terlebih saat ini Presiden Prabowo Subianto sedang memfokuskan perbaikan sarana dan prasarana sekolah secara nasional melalui program revitalisasi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....