Pemetaan BPBD-PK Pandeglang, 150 Desa Berisiko Tinggi Kekeringan

  • 16 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • BPBD Pandeglang mencatat 150 desa di 20 kecamatan sebagai zona berisiko tinggi kekeringan selama musim kemarau 2026, dengan prediksi ancaman lebih meluas dibandingkan periode sebelumnya.
  • Empat kecamatan yaitu Cadasari, Angsana, Sindangresmi, dan Karangtanjung telah menunjukkan dampak nyata krisis air bersih.
  • Ancaman kekeringan diprediksi berlangsung hingga September 2026, dengan 15 kecamatan tambahan berada dalam kategori potensi sedang.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang telah merampungkan pemetaan wilayah yang masuk dalam kategori berisiko tinggi kekeringan selama musim kemarau 2026. Sebanyak 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan dinyatakan sebagai zona dengan potensi krisis air bersih yang paling diwaspadai.

Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, hasil pemetaan berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) menunjukkan, ancaman kekeringan tahun ini diprediksi lebih meluas dibandingkan periode sebelumnya. Selain 20 kecamatan yang masuk kategori potensi tinggi, terdapat 15 kecamatan lainnya yang berada dalam kategori potensi sedang, sehingga seluruh wilayah di Pandeglang kini dalam status pemantauan ketat.

"Kami terus melakukan monitoring di seluruh wilayah, baik yang berpotensi tinggi maupun sedang. Tahun ini ada kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang sehingga kami terus meningkatkan kesiapsiagaan," kata Riza, Kamis 16 Juli 2026.

BPBD-PK mencatat, saat ini wilayah yang telah menunjukkan dampak nyata meliputi Kecamatan Cadasari, Angsana, Sindangresmi, dan Karangtanjung. Masyarakat di wilayah tersebut dilaporkan telah mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti mandi, mencuci, hingga memasak, sehingga pemerintah daerah segera melakukan intervensi melalui pengiriman bantuan air bersih.

Menurut Riza, monitoring terus ditingkatkan di seluruh titik rawan. Pihaknya juga telah menerima permohonan bantuan dari pemerintah desa yang wilayahnya mengalami krisis air, dan langsung merespons dengan menerjunkan tim ke lapangan.

Adapun 20 kecamatan dengan 150 desa yang kekeringan berpotensi tinggi di musim kemarau ini, yakni Kecamatan Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikeudal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari, Karangtanjung.

"Pontensi kekeringan di Kabupaten Pandeglang, berdasarkan KRB kekeringan berpotensi tinggi di 20 kecamatan dengan jumlah 150 desa. Untuk sisa kecamatan sekitar 15 kecamatan, hanya berpotensi sedang,” katanya.

Riza menambahkan, ancaman kekeringan yang meluas ini telah dipetakan secara resmi sebagai risiko bencana yang nyata. Hal ini dinilainya mengindikasikan adanya tekanan besar terhadap ketersediaan sumber air bersih di wilayah selatan dan tengah Kabupaten Pandeglang, terutama jika musim kemarau berlanjut hingga September mendatang sebagaimana prediksi BMKG.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan bijak dalam penggunaan air bersih di tengah kondisi cuaca yang ekstrem. BPBD-PK berkomitmen untuk terus memperbarui data wilayah terdampak serta memastikan bantuan air bersih dapat tersalurkan secara adil kepada setiap desa yang mengalami krisis air hingga musim kemarau berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....