Ratusan Siswa SMPN 17 Kota Serang Ikuti Simulasi Kesiapsiagaan Bencana
- 15 Jul 2026 15:27 WIB
- Banten
Poin Utama
- SMP Negeri 17 Kota Serang menggelar simulasi penyelamatan diri dan evakuasi korban bencana saat MPLS, Rabu, 15 Juli 2026.
- Ratusan siswa baru dilatih cara perlindungan saat gempa, evakuasi korban, dan pengenalan potensi bencana yang ada di Kota Serang.
- BPBD Kota Serang mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi yang dilaksanakan bertepatan dengan MPLS di berbagai sekolah secara bergiliran untuk membentuk budaya siaga bencana.
RRI.CO.ID, Serang - Bel masuk di SMP Negeri 17 Kota Serang, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Rabu, 15 Juli 2026, tak hanya menandai dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ratusan siswa baru justru mengawali kegiatan dengan latihan menyelamatkan diri saat bencana, mulai dari berlindung ketika gempa hingga mempraktikkan evakuasi korban.
Simulasi tersebut dipandu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang sebagai bagian dari pembekalan kesiapsiagaan bagi peserta didik baru. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi kebencanaan, kemudian dilanjutkan praktik evakuasi agar siswa memahami langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Serang, Mukhlisin mengatakan, pelajar perlu dibekali kemampuan dasar menghadapi bencana sejak dini. Selain mengenali potensi bahaya, siswa juga diajarkan cara melindungi diri dan membantu proses evakuasi secara aman.
"Kami mengajarkan bagaimana anak-anak menyelamatkan diri ketika terjadi gempa. Selain itu mereka juga dikenalkan cara melakukan evakuasi korban, sehingga ketika terjadi bencana, baik gempa, banjir maupun bencana lainnya, mereka sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan," ujar Mukhlisin.
Dalam simulasi tersebut, petugas BPBD memperagakan teknik mengangkat, menggotong, dan memindahkan korban ke lokasi yang lebih aman. Seluruh peserta kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan petugas.
Mukhlisin menjelaskan, Kota Serang memiliki sejumlah potensi bencana, di antaranya banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung yang dapat memicu kerusakan bangunan, serta kekeringan di beberapa wilayah. Pengenalan potensi tersebut menjadi bagian dari edukasi agar siswa memahami risiko yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menambahkan, kegiatan di SMP Negeri 17 merupakan bagian dari program mitigasi BPBD Kota Serang yang dilaksanakan bertepatan dengan MPLS. Selain di SMPN 17, tim BPBD juga melakukan sosialisasi dan simulasi di sejumlah sekolah lain secara bergiliran.
"Sasarannya bukan hanya pelajar, tetapi seluruh masyarakat. Khusus saat MPLS ini kami memanfaatkan momentum untuk membekali siswa baru dengan pengetahuan kebencanaan sejak awal mereka masuk sekolah," kata Mukhlisin.
BPBD Kota Serang berharap pembelajaran tersebut dapat membentuk budaya siaga bencana di lingkungan sekolah, sehingga para siswa mampu bertindak cepat, tetap tenang, dan mengikuti prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....