Bosda 24 SMP Swasta Gratis Dihitung Berdasarkan Jumlah Siswa
- 13 Jun 2026 13:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi 24 SMP swasta yang menerapkan program sekolah gratis. Bantuan tersebut akan diberikan dengan skema baru, yakni berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, perubahan skema dilakukan agar penyaluran bantuan lebih proporsional. Semula, setiap sekolah direncanakan menerima bantuan dengan nominal yang sama, yakni Rp50 juta per sekolah.
"Kami juga akan memberikan Bosda oleh Pak Wali Kota untuk sekolah swasta, sekitar 24 sekolah yang memang menggratiskan sekolah," kata Nuri, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, besaran bantuan kini tidak lagi disamaratakan. Pemerintah akan menghitung alokasi berdasarkan jumlah peserta didik yang terdaftar di masing-masing sekolah.
"Penentuan pemberian Bosda itu berdasarkan jumlah murid. Jadi tadinya mau per sekolah Rp50 juta. Tapi ini dihitung dari jumlah yang ada, biar berlaku adil," ujarnya.
Nuri menjelaskan, 24 SMP swasta tersebut sebelumnya telah membebaskan biaya pendidikan bagi siswa karena mendapat dukungan dana operasional dari pemerintah pusat. Kini, bantuan tambahan dari pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan yang diberikan sekolah.
"Iya dia sudah gratis, dia tidak lagi menarik biaya atau berbayar dari masyarakat. Tapi tambahan ini untuk bisa melaksanakan layanan pendidikan di lembaganya dengan baik," ucapnya.
Penerima Bosda juga diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan. Salah satunya tidak diperbolehkan memungut SPP atau iuran bulanan dari peserta didik maupun orang tua siswa.
| Baca juga: Sekolah Swasta Diminta Terapkan Muatan Lokal |
Menurut Nuri, komitmen tersebut dituangkan dalam pakta integritas yang ditandatangani sekolah saat bergabung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online Kota Serang.
"Enggak boleh, dia membuat fakta integritas juga bahwa ketika dia masuk dalam sistem online tidak menarik untuk uang SPP atau uang bulanan kepada murid atau kepada masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....