Pemkot Serang Perluas Program Serang Mengaji ke Kalangan ASN
- 17 Jul 2026 14:55 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemerintah Kota Serang memperluas Program Serang Mengaji dari lingkungan sekolah ke kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan karakter.
- Program ini bertujuan membangun pembiasaan membaca Al-Qur'an dan salat Duha sebelum ASN memulai aktivitas kerja untuk membentuk karakter dan integritas pegawai.
- Masjid Al Madani ditetapkan sebagai pusat kegiatan pembinaan bagi ASN dengan melibatkan Ketua DKM dan Majelis Ulama Indonesia untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama.
RRI.CO.ID, Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyiapkan perluasan Program Serang Mengaji ke lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Setelah diterapkan di sekolah dan dinilai berjalan baik, program tersebut kini diarahkan untuk membangun pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum ASN memulai aktivitas kerja.
Ketua Satgas Serang Mengaji Kota Serang, Enting Abdul Karim mengatakan, perluasan program merupakan bagian dari pengembangan Serang Mengaji yang selama ini difokuskan kepada pelajar. Sasaran berikutnya adalah aparatur pemerintah agar budaya mengaji juga tumbuh di lingkungan birokrasi.
"Pak Wali menginginkan Serang Mengaji tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga menyentuh ASN. Harapannya menjadi pembiasaan yang baik sebelum memulai pekerjaan," kata Enting, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Enting, rencana tersebut sejalan dengan perubahan struktur kepengurusan Satgas Serang Mengaji yang tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Serang. Dalam susunan baru itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Madani, Kiai Mukhtar Saleh, serta unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang dilibatkan untuk memperkuat pembinaan keagamaan.
Masjid Al Madani juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan pembinaan bagi ASN. Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang telah memulai uji coba sebelum program diterapkan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Enting menegaskan program tersebut bukan ditujukan karena ASN tidak mampu membaca Al-Qur'an. Program lebih diarahkan sebagai pembiasaan sekaligus pendampingan bagi pegawai yang masih ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.
"Bukan berarti ASN kita tidak bisa ngaji. Yang sudah lancar tentu banyak, tetapi ada juga yang masih membutuhkan pendampingan. Yang ingin kami bangun adalah pembiasaan. Sebelum bekerja, ASN datang ke masjid, mengaji beberapa ayat, salat Duha, kemudian masuk kantor. Itu akan membentuk karakter dan integritas," ujarnya.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, membenarkan rencana perluasan Program Serang Mengaji ke kalangan ASN. Namun, pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut agar penerapannya sesuai dengan kebutuhan di lingkungan pemerintah daerah.
"Itu betul, tetapi ini masih rencana. Nanti teknisnya akan kami bicarakan lebih mendalam," kata Budi.
Ia juga menjelaskan pelibatan Ketua DKM Masjid Al Madani dalam kepengurusan Satgas Serang Mengaji dilakukan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama.
"Nanti kegiatannya dipusatkan di Masjid Al Madani. Ketua DKM sengaja saya masukkan ke dalam satgas agar bisa berkolaborasi dalam pembinaan ASN," ucapnya.
Program Serang Mengaji merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Serang di bidang pembinaan karakter. Setelah diterapkan di lingkungan sekolah, pemerintah kini menyiapkan perluasan pelaksanaan ke lingkungan birokrasi sebagai bagian dari pembiasaan nilai-nilai keagamaan dalam budaya kerja ASN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....