Bahan Baku Mahal, Perajin Tas di Kota Serang Takut Naikkan Harga

  • 29 Jun 2026 12:58 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kenaikan harga bahan baku memaksa perajin tas di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, bekerja dengan keuntungan yang semakin tipis. Di tengah ongkos produksi yang terus naik, harga jual tas tetap dipertahankan agar pembeli tidak beralih ke produk lain.

Perajin tas Kasemen, Kartika, mengatakan hampir seluruh bahan untuk membuat tas mengalami kenaikan harga. Plastik, kain, hingga perlengkapan pendukung produksi kini dibeli dengan harga lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu.

"Plastik mahal, barang pada mahal. Hampir semuanya naik. Sekarang mau beli bahan apa saja harganya sudah naik," kata Kartika, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan biaya produksi tidak diikuti kenaikan harga jual. Tas sekolah anak taman kanak-kanak masih dijual Rp35 ribu per buah, sedangkan tas sekolah dasar Rp50 ribu. Harga tersebut dipertahankan karena pasar sedang lesu dan daya beli masyarakat menurun.

"Harga tas tetap. Mau dinaikkan juga takut pembeli berkurang. Jadi yang naik itu harga bahan, bukan harga jualnya," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diterima perajin terus menyusut. Kartika mengaku sebelum pandemi mampu memperoleh sekitar Rp1 juta dalam sepekan. Kini pendapatan rata-rata hanya sekitar Rp600 ribu, sementara kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi terus bertambah.

"Seminggu dulu bisa dapat satu juta. Sekarang enam ratus ribu saja sudah susah, padahal pengeluaran tambah banyak," katanya.

Lesunya pasar juga terlihat dari jumlah pesanan. Sebelum pandemi, Kartika dapat menyelesaikan sekitar 300 tas dalam sepekan. Saat ini pesanan hanya berkisar 100 tas, bahkan ada kalanya tidak ada pengambilan barang oleh pengepul.

"Dulu seminggu bisa sampai 300. Sekarang paling 100, kadang kurang. Pengambilan juga dulu empat kali sebulan, sekarang paling dua kali, kadang tidak ada sama sekali," ucapnya.

Untuk menjaga usahanya tetap berjalan, Kartika mulai mengandalkan penjualan secara daring. Menurutnya, penjualan online masih memberikan tambahan pemasukan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari. Sementara penjualan di pasar tradisional terus menurun.

"Kalau online lumayan, masih ada yang beli. Di pasar sekarang sepi," tuturnya.

Selain tas sekolah, Kartika memproduksi tas pakaian berbagai ukuran. Produk berukuran jumbo dan paket tiga dalam satu menjadi yang paling banyak diminati pembeli, terutama dengan pilihan warna hitam.

Di tengah kondisi tersebut, Kartika berharap harga bahan baku kembali stabil agar perajin memiliki ruang untuk meningkatkan keuntungan.

"Harapannya harga bahan bisa seperti dulu. Soalnya yang kita beli terus naik, sedangkan harga jual tetap. Untungnya sedikit, apalagi pembeli sedang sepi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....