Harga Kebutuhan Pokok Naik, Omzet Pedagang Menurun

  • 24 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan para pedagang kecil dan pelaku usaha mikro. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingkat penjualan karena konsumen cenderung mengurangi belanja untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Ketua Fakultas Ekonomi Pembangunan (FEB) Untirta Hady Sutjipto, mengatakan pedagang menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak dari melemahnya daya beli masyarakat. Situasi tersebut terjadi ketika harga barang naik, sementara kemampuan belanja masyarakat mengalami penurunan.

“Konsumen kini semakin selektif dalam menentukan kebutuhan yang akan dibeli. Banyak masyarakat memilih produk yang lebih murah atau mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran tetap terkendali,” katanya dalam program Banten Menyapa bersama RRI Pro 1 Banten, Rabu, 24 Juni 2026.

Perubahan pola konsumsi tersebut secara langsung memengaruhi omzet para pedagang, terutama yang menjual barang kebutuhan harian. Pedagang pasar tradisional menjadi kelompok yang cukup rentan karena sebagian barang dagangan memiliki masa simpan yang terbatas.

Komoditas seperti sayur-mayur dan bahan pangan segar berisiko mengalami kerugian apabila tidak segera terjual. Ketika penjualan menurun, pedagang tidak hanya kehilangan keuntungan, tetapi juga berpotensi mengalami kerusakan stok barang. “Kalau penjualan semakin menurun karena harga-harga meningkat dan konsumen mengurangi pembeliannya, maka omzet pedagang juga akan menurun,” katanya.

Hady menjelaskan penurunan omzet dapat memicu efek lanjutan berupa pengurangan pembelian stok hingga berkurangnya tenaga kerja. Karena itu, pedagang perlu melakukan berbagai strategi agar usaha tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan efisiensi usaha, mengatur ulang stok barang, serta melakukan pembelian secara kolektif untuk memperoleh harga grosir yang lebih murah. Strategi tersebut dapat membantu menekan biaya operasional yang terus meningkat.

Selain itu, pedagang juga didorong untuk menjaga hubungan dengan pelanggan melalui pelayanan yang baik dan inovasi produk. Dengan cara tersebut, usaha tetap memiliki peluang bertahan meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....