Cegah Kekerasan, Ibu-Ibu di Tangsel Diajari Cara Kelola Stres

  • 18 Jun 2026 14:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangsel - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melatih ibu-ibu majelis taklim dan warga untuk mengelola stres. Langkah ini diambil sebagai strategi buat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Tangsel, Irma Safitri menyebut, emosi dan stres yang tidak terkontrol di rumah tangga sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kekerasan.

"Kalau sudah tahu cara me-manage stres, kita tidak akan melakukan kekerasan. Makanya sasaran sosialisasi kesehatan mental ini adalah ibu-ibu yang sering berinteraksi dengan jemaah majelis taklim atau tetangganya," kata Irma dalam acara Sosialisasi Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal (DPA) di Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Tangsel, Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta ini, DP3AP2KB menghadirkan dua psikolog untuk mengajarkan metode Dukungan Psikologi Awal (DPA). Konsepnya dibuat sederhana agar mudah dipraktikkan, yaitu lewat tiga prinsip: Lihat, Dengar, dan Hubungkan.

Pada tahap 'Lihat', warga diajari peka mengenali tanda-tanda depresi atau distres pada orang terdekat. Lalu 'Dengar', mereka dilatih menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi. Terakhir 'Hubungkan', yaitu membantu mengarahkan korban ke keluarga terdekat atau merujuknya ke psikolog profesional jika masalahnya sudah berat.

Sekretaris DP3AP2KB Kota Tangsel, Enji Seppraliana, mengingatkan warga agar tidak ikut terbebani saat mendengarkan curhatan tetangga yang sedang stres.

"Dukungan psikologi awal ini intinya beri empati dan kepedulian. Tapi penting untuk tidak mengambil alih masalah, supaya yang bantu tidak ikut stres. Kalau sudah tidak bisa ditangani sendiri, baru arahkan ke profesional," ujar Enji.

Lewat pelatihan ini, Pemkot Tangsel berharap kaum perempuan bisa lebih peka dan mampu memberikan pertolongan pertama psikologis jika ada konflik di lingkungan tetangga sebelum berujung pada tindakan kekerasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....