Lampaui Target e-Learning ASN Berintegritas, Banten Sabet Penghargaan dari KPK

  • 18 Jun 2026 12:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sukses meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas keberhasilan menjadi percontohan (piloting) program e-Learning ASN Berintegritas. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam acara Peluncuran Nasional e-Learning ASN Berintegritas di Gedung Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan integritas aparatur sipil negara demi mewujudkan visi "Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi".

"Pemprov Banten dinilai berhasil dalam piloting ini. Dari target awal 1.000 ASN, sebanyak 1.363 ASN Pemprov Banten telah mengikuti pembelajaran mandiri ini. Ke depan, kami menargetkan seluruh ASN Pemprov Banten wajib mengikutinya," ucap Andra Soni.

Inspektur Daerah Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina, menjelaskan bahwa program berbasis digital ini menggunakan modul interaktif seperti video, simulasi studi kasus, pre-test, dan post-test. Tujuannya adalah memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi secara mandiri dan adaptif.

Tahapan Pada proses belajar mandiri ini, ASN membuka seluruh pembelajaran. Materi pembelajaran ini menggunakan modul interaktif berbasis SCORM dan H5P yang memadukan teks, video, infografis, narasi dan simulasi studi kasus. Setiap modul dilengkapi dengan pre-test dan pos test untuk mengukur tingkat pengetahuan, serta kuis dan studi kasus berbasis skenario.

E-learning ASN berintegritas itu adalah upaya dari pencegahan korupsi melalui aspek pendidikan melalui media pembelajaran secara digital untuk penguatan budaya integritas dan antikorupsi dilingkungan ASN,” ucap Nina.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan pentingnya program ini bagi 6,7 juta ASN di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ini momentum bagi kita semua untuk memperkuat integritas. Dulu integritas tidak ada sekolahnya, sekarang kita sudah punya,” ucapnya.

Menurutnya Setyo, dalam integritas ada kualitas pelayanan publik dan birokrasi yang efektif dan efisien. Saat ini ada 6,7 juta lebih ASN dan masyarakat mempersepsikan negara melalui pelayanan ASN yang mereka temui setiap hari.

Sementara itu, Menpan RB Rini Widyantini menekankan e-learning ini bukan sekadar menambah beban platform digital baru, melainkan sebuah peletakan fondasi moral bagi birokrasi Indonesia. Integritas ASN tidak bisa dibangun secara instan sehingga harus sering dilakukan pelatihan. Hari ini kita tidak meluncurkan platform atau beban digital baru, tapi peletakan fondasi moral birokrasi,” katanya. (Destia Melida Putri).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....