Produksi Beras Lebak Tembus Dua Ratus Ribu Ton

  • 12 Jun 2026 07:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, menunjukkan capaian yang menggembirakan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, produksi beras selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 203.498 ton. Jumlah tersebut dinilai mampu menjamin ketersediaan pangan masyarakat sekaligus mendukung pasokan beras untuk daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar , mengatakan kondisi ketahanan pangan daerah saat ini relatif aman. Produksi beras yang tinggi menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat.

"Produksi beras Januari sampai Mei 2026 menembus 203.498 ton sehingga ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak relatif aman," kata Rahmat Yuniar di Rangkasbitung, Kamis, 11 Juni 2026.

Kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak yang berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa mencapai 154.253 ton per tahun Sedangkan kebutuhan konsumsi rata-rata setiap bulan berada pada kisaran 12.854 ton.

Dengan produksi yang melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat, Kabupaten Lebak dipastikan mengalami surplus beras. Surplus tersebut memungkinkan daerah ini menyuplai kebutuhan pangan ke sejumlah wilayah lain

Beberapa daerah yang selama ini menerima pasokan beras dari Lebak antara lain Tangerang, Jakarta, dan Bogor. Rahmat mengatakan kontribusi petani Lebak sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan regional maupun nasional.

"Kami meyakini produksi beras di daerah ini relatif aman dan bisa memasok kebutuhan nasional," ujarnya.

Selain produksi yang tinggi, sektor pertanian Lebak juga didukung luas areal tanam yang terus meningkat. Saat ini petani di berbagai kecamatan tengah bersiap menghadapi musim panen raya berikutnya.

Panen raya petani Lebak diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Panen tersebut berasal dari gerakan percepatan tanam yang dilakukan selama Mei hingga Juni 2026.

Luas areal tanam padi pada periode tersebut tercatat mencapai lebih dari 20 ribu hektare. Dengan umur panen sekitar 110 hari setelah tanam, hasil produksi diperkirakan akan semakin bertambah pada semester kedua tahun ini.

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produktivitas melalui program Indeks Pertanaman (IP). Program tersebut menargetkan petani dapat melakukan tiga kali musim tanam dalam setahun.

"Kami berharap produksi pangan tahun ini meningkat dengan Indeks Pertanaman tiga kali musim tanam dari sebelumnya 2,5 musim tanam dalam setahun," kata Rahmat.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian. Bantuan itu meliputi benih unggul, pupuk, pestisida, perbaikan jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.

Selain sarana produksi, petani juga mendapatkan dukungan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, mesin penggilingan padi, serta kendaraan combine harvester. Rahmat menegaskan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus memperbesar hasil panen petani.

"Kami berharap melalui bantuan sarana produksi dan alat pertanian itu dapat menggenjot produksi pangan guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis peningkatan produksi beras yang terus berlanjut akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung program swasembada pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....