Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Siswa Baru
- 06 Jun 2026 19:28 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggulirkan kebijakan baru di sektor pendidikan dengan menggratiskan seragam sekolah bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Mulai tahun ajaran 2026/2027, para peserta didik baru akan mendapatkan fasilitas berupa stel pakaian batik dan seragam olahraga secara cuma-cuma.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menjelaskan, program ini lahir sebagai bentuk afirmasi dan kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Intervensi kebijakan fiskal di sektor pendidikan tersebut diproyeksikannya mampu memotong rantai pengeluaran rutin orang tua murid yang kerap melonjak signifikan menjelang pergantian kalender akademik.
“Ini merupakan bentuk perhatian Pemkot Tangsel untuk membantu dan meringankan beban masyarakat. Alhamdulillah, respons para orang tua sangat baik. Walaupun mereka berharap seluruh seragam dapat digratiskan, kami mohon doa dan dukungannya agar ke depan bisa terealisasi,” ujar Pilar, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sasaran penerima manfaat dari bantuan seragam gratis ini akan difokuskan kepada kelompok siswa yang berada di fase transisi jenjang pendidikan. Distribusi paket pakaian perlengkapan sekolah diprioritaskannya bagi seluruh siswa baru di kelas I dan kelas IV untuk tingkat SDN, serta siswa kelas VII pada jenjang SMPN.
Mengenai pos pendanaan, Pemkot Tangsel memastikan seluruh pembiayaan pengadaan barang ini mutlak bersumber dari Anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pemerintah daerah sengaja menyuntikkan alokasi dana tambahan pada nomenklatur BOSDA khusus untuk membiayai produksi massal kain batik bermotif lokal dan pakaian olahraga siswa.
“Anggarannya berasal dari BOSDA Tangsel. Kami mengalokasikan tambahan anggaran untuk pengadaan seragam batik dan olahraga. Ke depan, jika kemampuan anggaran semakin baik dan APBD semakin kuat, kami berupaya menganggarkan seluruh kebutuhan seragam sekolah,” ucap Pilar.
Menurut Pilar proses sirkulasi penyerahan paket seragam tersebut akan direalisasikan secara mandiri dan diturunkan langsung melalui manajemen internal di masing-masing satuan pendidikan negeri. Skema jemput bola di lingkungan sekolah ini sengaja dipilih guna menghindari terjadinya penumpukan massa serta mempermudah verifikasi ukuran pakaian jemaah didik.
"Nanti dibagikan melalui sekolah masing-masing. Insyaallah mulai tahun ini, saat masuk tahun ajaran baru sekitar bulan Juli, seragam sudah dapat diterima oleh para siswa,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....