Relawan Damkar Tangsel Terima Bantuan APAR Hingga Penangkap Ular
- 15 Jul 2026 08:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat barisan relawan di tingkat akar rumput untuk mengantisipasi musibah kebakaran. Langkah ini ditandai dengan penyerahan berbagai alat penunjang tugas kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Pondok Aren, Selasa, 14 Juli 2026.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, kepada 70 relawan yang hadir. Alat-alat yang dibagikan meliputi pompa alkon, tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sepatu keselamatan (safety shoes), hingga stik khusus penangkap ular.
"Program ini sangat teknis, tapi dampaknya besar. Redkar ini menjalankan langkah promotif dan preventif. Tugas mereka mengedukasi masyarakat agar paham bahaya kebakaran dan tahu cara mencegahnya," ujar Pilar.
Ia mengibaratkan peran Redkar seperti kader Posyandu di bidang kesehatan yang rutin memberikan edukasi pencegahan penyakit ke rumah-rumah warga. Bedanya, fokus Redkar adalah menyelamatkan nyawa dan harta benda warga dari amukan si jago merah.
Pilar mengakui, kesadaran masyarakat Tangsel terhadap sistem keselamatan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat, masih minim. Banyak rumah, ruko, dan bangunan yang sama sekali tidak memiliki APAR atau sistem proteksi kebakaran yang memadai.
Mayoritas kebakaran di Tangsel, lanjut Pilar, dipicu oleh kelalaian yang sebenarnya bisa dihindari, seperti instalasi listrik yang asal-asalan, penggunaan stopkontak bertumpuk, hingga kebocoran tabung gas.
"Sebagian besar kebakaran itu dipicu hal-hal yang harusnya bisa dicegah. Tapi warga kita sering menyepelekan. Di sinilah Redkar masuk untuk mengingatkan mereka agar lebih berhati-hati," katanya.
Selain masalah kelistrikan, Pilar juga mewanti-wanti warga agar menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, terlebih saat memasuki musim kemarau. Tiupan angin kencang bisa dengan cepat merembetkan api ke area permukiman.
"Kita harus ubah budaya membakar sampah. Musim kemarau seperti sekarang ini risikonya tinggi sekali. Jangan sampai kita mengalami kejadian fatal seperti kebakaran di TPA Jatiwaringin," tutur Pilar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....