Samsat Pandeglang Jaring Puluhan Kendaraan Menunggak Pajak

  • 05 Jun 2026 10:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Petugas gabungan dari UPT Samsat Pandeglang, Bapenda Banten, Jasa Raharja, dan Polres Pandeglang menjaring puluhan kendaraan bermotor yang menunggak pajak dalam operasi sadar pajak di ruas jalan protokol Kabupaten Pandeglang, pada Kamis 4 Juni 2026. Langkah taktis ini diintensifkan guna mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan sektor pendapatan asli daerah dari pos Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kepala UPT Samsat Pandeglang, Epy Syafiullah mengatakan, penertiban administrasi kendaraan ini diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Banten sepanjang Juni 2026. Fokus utama dari operasi berkala ini disebutnya bukan sekadar penegakan sanksi hukum, melainkan menjadi instrumen edukasi publik mengenai kontribusi pajak terhadap akselerasi pembangunan infrastruktur daerah.

"Razia ini tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak tepat waktu. Karena pajak kendaraan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik," ujar Epy Syafiullah, 5 Juni 2026.

Berdasarkan hasil penjaringan, pihanya mencatat sedikitnya 50 unit kendaraan bermotor kedapatan belum melunasi kewajiban pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa pemilik kendaraan di antaranya bahkan teridentifikasi memiliki masa tunggakan masa pajak yang pasif selama lebih dari satu tahun berjalan.

Guna mempermudah aksesibilitas penyelesaian kewajiban, timnya menyiagakan satu unit armada mobil Samsat Keliling (Samling) di lokasi penyekatan arus. Menurutnya fasilitas respons cepat ini bisa langsung dimanfaatkan secara intensif oleh puluhan pengendara yang terjaring guna melunasi sisa tagihan tanpa harus mendatangi kantor induk.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan masyarakat agar memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. Kepatuhan membayar pajak akan berdampak langsung pada pembangunan daerah," kata Epy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....