Keterbatasan Akses Kesehatan, Ambulans Jadi Harapan Warga Rusunawa Margaluyu

  • 03 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Penghuni Rusunawa Margaluyu, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan darurat. Hingga kini, warga mengandalkan puskesmas terdekat tanpa dukungan ambulans di lingkungan hunian, dengan jarak tempuh yang dinilai cukup jauh dari kawasan rusunawa.

Salah seorang penghuni, Mpap mengatakan, ketika ada warga yang sakit atau membutuhkan penanganan cepat, penghuni harus terlebih dahulu menghubungi puskesmas. Kondisi tersebut menjadi kendala karena belum tersedianya kendaraan darurat di lingkungan rusunawa.

“Kalau ada warga sakit biasanya menghubungi puskesmas dulu. Kalau ada ambulans tentu akan sangat membantu,” kata Mpap kepada RRI, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menuturkan, jarak menuju puskesmas terdekat dari Rusunawa Margaluyu membutuhkan waktu tempuh tersendiri sehingga penanganan pasien dalam kondisi darurat tidak selalu bisa dilakukan cepat. Hal ini menjadi perhatian warga terutama saat kejadian mendesak pada malam hari atau kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Mpap yang telah tinggal di Rusunawa Margaluyu sejak 2022 menyebut, kondisi itu kerap menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi keluarga dengan anak-anak maupun lansia. Selain layanan kesehatan, warga juga masih mengharapkan adanya fasilitas penunjang lain seperti musala permanen dan area bermain anak.

Saat ini aktivitas ibadah masih dilakukan di aula yang berada di lingkungan rusunawa dan digunakan bersama untuk berbagai kegiatan warga. Menurut Mpap, ruang bermain anak juga menjadi kebutuhan karena banyak anak yang tinggal di lingkungan rusunawa dan belum memiliki area khusus untuk beraktivitas secara aman.

“Untuk sementara kami masih menggunakan aula untuk salat. Kalau ada musala sendiri tentu akan lebih nyaman,” ujarnya.

Kepala UPT Rusunawa Kota Serang, Erwan Alif mengatakan, kebutuhan ambulans, musala, serta fasilitas penunjang lainnya telah lama menjadi aspirasi penghuni sejak awal rusunawa dihuni. “Sejak awal banyak aspirasi yang masuk dari warga, terutama ambulans, musala, dan fasilitas lain yang dibutuhkan di rusunawa,” kata Erwan.

Ia menjelaskan, pengelola berupaya menindaklanjuti aspirasi tersebut secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung juga telah berjalan seperti pasar murah yang melibatkan dinas terkait untuk membantu kebutuhan warga dengan harga lebih terjangkau.

Saat ini, kondisi Rusunawa Margaluyu terbilang semakin ramai dengan sebagian besar penghuni berasal dari warga relokasi Sukadana, Padek, dan kawasan bantaran Sungai Cibanten. Warga relokasi tersebut mendapatkan fasilitas pembebasan biaya sewa selama dua tahun sesuai program relokasi yang dijalankan pemerintah kota Serang.

Rusunawa Margaluyu kini dihuni lebih dari 120 kepala keluarga yang menempati dua gedung hunian. Kehadiran warga relokasi dan penghuni lama membuat kebutuhan fasilitas dasar semakin meningkat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari di lingkungan hunian tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....