Wabup Lebak dan Mantri Tani Desa Bahas Isu Strategis Bidang Pertanian

  • 02 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Berbagai isu strategis terkait pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lebak dibahas Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah bersama perwakilan Mantri Tani Desa (MTD) dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, dalam pertemuan bertempat di ruang kerja Wabup Lebak, Selasa, 2 Juni 2026.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan produktif itu, para Mantri Tani Desa menyampaikan kondisi terkini sektor pertanian di desa masing-masing, termasuk tantangan yang dihadapi para petani dalam meningkatkan hasil produksi.

Mereka juga melaporkan berbagai program pendampingan yang selama ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Lebak.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga produktivitas sektor pertanian. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Lebak terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program yang berpihak kepada petani.

“Pemerintah Kabupaten Lebak terus berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian lokal. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani agar potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Lebak dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Amir Hamzah.

Amir menambahkan, peran Mantri Tani Desa sangat penting sebagai ujung tombak pendampingan petani di tingkat desa. Keberadaan MTD dinilai mampu menjembatani kebutuhan petani dengan program-program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Amir juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia berharap para petani dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian yang semakin modern.

Menurutnya, penggunaan teknologi yang tepat akan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan pertanian. Selain membahas produktivitas, audiensi juga menyinggung kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian desa. Infrastruktur seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta sarana pendukung lainnya menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.

Amir Hamzah menilai infrastruktur yang memadai akan memperlancar aktivitas pertanian mulai dari proses produksi hingga distribusi hasil panen.

“Pembangunan infrastruktur pertanian harus menjadi perhatian bersama karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” katanya.

Tidak hanya itu, isu perubahan iklim juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Perubahan pola cuaca yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dinilai memberikan tantangan tersendiri bagi para petani di Kabupaten Lebak.

Para Mantri Tani Desa menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk membantu petani menghadapi dampak perubahan iklim. Salah satu peserta audiensi, Mantri Tani Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Apriyanto, mengungkapkan, pendampingan kepada petani terus dilakukan secara intensif.

Menurut Apriyanto, para petani saat ini membutuhkan dukungan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

“Kami terus mendampingi petani mulai dari perencanaan tanam, penggunaan pupuk yang tepat, hingga penerapan pola tanam yang menyesuaikan kondisi cuaca. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Apriyanto.

Ia menjelaskan koordinasi antara Mantri Tani Desa, kelompok tani, dan pemerintah daerah selama ini berjalan cukup baik. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait perbaikan saluran irigasi dan akses jalan usaha tani. Apriyanto berharap hasil audiensi tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat tani.

“Kami berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga petani semakin termotivasi dan mampu meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan,” katanya.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lebak, penyuluh pertanian, Mantri Tani Desa, dan para petani dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, serta mampu mendukung ketahanan pangan daerah di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....