Pandeglang Ditantang Gelar Kolosal Seribu Beduk

  • 30 Mei 2026 10:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia menantang Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar aksi kolosal melibatkan seratus hingga seribu penabuh beduk pada pelaksanaan festival Gebrak Ngadu Bedug tahun depan. Gagasan ini diadopsi dari kesuksesan festival seribu tarian tradisional di Kabupaten Banyuwangi yang terbukti sukses menarik atensi wisatawan mancanegara.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar Erwita Dianti menyarankan ukuran beduk untuk aksi massal tersebut disesuaikan agar memudahkan mobilisasi serta mengontrol sinkronisasi volume suara. Rencana pemecahan rekor ini diproyeksikannya dapat menjadi magnet promosi baru yang memperkuat posisi Pandeglang dalam kalender pariwisata nasional.

"Kalau bisa ini lebih meriah lagi, bisa kita lakukan gebrak ngadu seribu atau seratus lah ya. Mungkin itu menjadi daya tarik lagi bagi masyarakat di sini dan juga masyarakat di luar sana," ujar Erwita Dianti, Sabtu 30 Mei 2026.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah merespons positif tantangan tersebut dan meminta jajaran dinas terkait mulai menyusun perencanaan teknis. Skenario pementasan seribu beduk ini ditargetkannya mampu mencatatkan nama Kabupaten Pandeglang ke dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

"Ke depan tadi Ibu Asdep menyampaikan ada seribu beduk, coba tantangan ini kita pikirkan kalau bisa diselenggarakan sehingga bisa masuk MURI," kata Dimyati.

Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang Endang Suhendar mengaku optimis para perajin dan penabuh di 20 kampung beduk mampu menjawab tantangan kolosal tersebut. Selain itu potensi regenerasi pelaku seni di tingkat daerah dinilainya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ratusan personel penabuh.

Kendati demikian, komunitas membutuhkan kepastian regulasi serta jaminan keberlanjutan anggaran dari instansi pembina. Asosiasi menekankan mimpi menghadirkan genre perkusi beduk Nusantara ke panggung dunia harus dipikul bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Kemitraan strategis bersama antara pelaku seni dan pemerintah diharapkannya mampu menutup celah keterbatasan dana operasional komunitas. "Mimpi kami sebagai seniman Kabupaten Pandeglang adalah menghadirkan genre perkusi beduk nusantara dan dunia di Kabupaten Pandeglang, itulah cita-cita kami. Namun kami menyadari mimpi besar ini tidak mungkin berjalan sendiri, dibutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak," ucap Endang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....