Pemkab Lebak Optimalkan Program KB Demi Kesejahteraan
- 26 Mei 2026 11:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus mengoptimalkan program Keluarga Berencana (KB) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempersiapkan generasi yang sehat serta berkualitas. Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak. Langkah yang diambil antara lain dengan menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak pasangan usia subur menggunakan metode kontrasepsi modern.
Program KB dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga. Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tati Rohaeti, di Rangkasbitung, Selasa, 26 Mei 2026 mengatakan, program KB memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
“Program KB bukan hanya soal pengendalian kelahiran, tetapi juga bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas dan mampu memberikan masa depan yang baik bagi anak-anak,” kata Tati.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan metode kontrasepsi modern yang tersedia di fasilitas kesehatan. Metode tersebut meliputi pil KB, IUD, suntik, kondom, implan, metode operasi wanita (MOW), hingga metode operasi pria (MOP). Namun demikian, kontrasepsi suntik masih menjadi pilihan utama masyarakat di Kabupaten Lebak.
“Mayoritas masyarakat memilih KB suntik karena dianggap lebih praktis, mudah diakses, dan minim efek samping kesehatan,” ujarnya.
Berdasarkan data DP2KBP3A Kabupaten Lebak, jumlah pasangan usia subur di daerah itu mencapai 233.586 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 166.945 orang atau sekitar 75,75 persen telah menjadi peserta aktif metode kontrasepsi modern.
Capaian tersebut dinilai cukup baik dan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Tati menjelaskan, tingginya angka peserta KB aktif juga berdampak pada menurunnya angka unmet need atau pasangan usia subur yang ingin menunda maupun menghentikan kehamilan tetapi belum menggunakan alat kontrasepsi. “Kesadaran masyarakat semakin meningkat. Ini menjadi indikator positif bagi keberhasilan program KB di Kabupaten Lebak,” katanya.
Keberhasilan program KB turut berdampak terhadap penurunan angka stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, keluarga yang memiliki perencanaan kelahiran yang baik cenderung lebih siap secara ekonomi maupun kesehatan dalam membesarkan anak. “Dengan perencanaan keluarga yang matang, kebutuhan gizi dan pendidikan anak juga dapat lebih diperhatikan,” ujar Tati.
Program Kampung KB juga disebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut di tingkat desa. Kepala Desa Pasar Keong, Muzakir, mengatakan program Kampung KB di wilayahnya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Alhamdulillah, Kampung KB di Desa Pasar Keong sekarang sudah bebas dari kasus stunting,” kata Muzakir.
Ia menyebutkan hampir seluruh pasangan usia subur di desa tersebut kini telah menjadi peserta KB aktif. Selain berdampak pada kesehatan keluarga, program Kampung KB juga dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Warga mulai mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal seperti produksi keripik pare, keripik pisang, dan keripik singkong. “Program Kampung KB membantu masyarakat lebih mandiri dalam mengelola usaha serta keuangan keluarga,” ujar Muzakir.
Optimalisasi program KB dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga. Serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....