Investasi Lebak Semester Pertama 2026 Tembus Rp1,19 Triliun
- 07 Agt 2026 09:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,19 triliun selama semester I atau periode Januari–Juni 2026. Capaian tersebut terdiri atas realisasi triwulan I sebesar Rp580 miliar dan triwulan II sebesar Rp607 miliar berdasarkan Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Capaian tersebut menunjukkan tren positif bagi iklim investasi di Kabupaten Lebak. Selain meningkatnya nilai investasi, realisasi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja baru di berbagai sektor usaha.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengatakan realisasi investasi hingga semester I 2026 telah menyerap sebanyak 5.840 tenaga kerja baru. "Realisasi investasi semester I tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Selain nilai investasi yang terus meningkat, investasi tersebut juga mampu menyerap 5.840 tenaga kerja baru," kata Robertus Erwin di Lebak, Kamis, 6 Agustus 2026.
Tngginya minat investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Lebak menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap daerah tersebut. Kepercayaan investor, lanjut Robertus, diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).
"Kepercayaan investor yang terus meningkat akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan PDRB Kabupaten Lebak," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global serta dinamika geopolitik internasional. Kebijakan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki menjadi salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya kepercayaan investor.
"Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif sehingga para pelaku usaha merasa aman dan nyaman dalam menjalankan investasinya," katanya.
Pemerintah daerah juga memberikan berbagai kemudahan dalam proses perizinan berusaha melalui pelayanan yang cepat dan transparan. Penguatan ekosistem investasi juga terus dilakukan agar seluruh kegiatan usaha memiliki kepastian hukum serta mendapatkan perlindungan melalui regulasi daerah.
"Dengan berbagai kemudahan perizinan dan penguatan ekosistem investasi, para investor merasa terlindungi dalam menjalankan kegiatan usahanya," ujar Robertus.
Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Lebak, realisasi investasi sebesar Rp1,19 triliun terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp885 miliar dengan 1.212 proyek. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp302 miliar dengan jumlah 192 proyek yang tersebar di sejumlah sektor usaha. Robertus mengatakan capaian tersebut membuat pemerintah daerah optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,41 triliun dapat terealisasi.
"Hingga semester I, realisasi investasi sudah mencapai sekitar 84 persen dari target tahunan sebesar Rp1,41 triliun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan berpotensi terlampaui," katanya.
Ia menuturkan sektor Listrik, Gas, dan Air menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp269 miliar. Posisi kedua ditempati sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp266 miliar.
Sementara sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran berada di posisi ketiga dengan nilai investasi mencapai Rp183 miliar. Pada posisi keempat terdapat sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan yang membukukan investasi sebesar Rp66 miliar.
Adapun posisi kelima ditempati sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya dengan realisasi investasi sebesar Rp60 miliar. Untuk investasi asing, negara asal investor terbesar berasal dari Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong.
Keberadaan investor dari berbagai negara tersebut dinilai semakin memperkuat daya saing Kabupaten Lebak sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Lebak berharap tren positif realisasi investasi dapat terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga memberikan dampak yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....