Jelang Iduladha, Pembeli Hewan Kurban di Kota Serang Masih Sepi
- 19 Mei 2026 16:11 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Serang belum ramai menjelang Iduladha 2026. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli masih rendah dibandingkan tahun lalu meski masa penjualan sudah memasuki pertengahan Mei.
Pedagang hewan kurban di kawasan Cipocok Jaya, Dadang mengatakan, kondisi penjualan tahun ini berjalan lebih lambat. Hingga saat ini, jumlah hewan yang terjual maupun dipesan belum mencapai target seperti periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu biasanya sudah lebih dari 100 ekor yang terjual, sekarang baru sekitar 60 sampai 70 ekor,” kata Dadang, Selasa, 19 Mei 2026.
Di lapaknya tersedia sekitar 200 ekor domba dan 30 ekor sapi. Menurutnya, masyarakat masih cenderung menunda pembelian meski kebutuhan hewan kurban diperkirakan meningkat mendekati hari raya.
Penurunan daya beli disebut ikut memengaruhi kondisi pasar hewan kurban tahun ini. Selain itu, harga ternak yang mengalami kenaikan membuat sebagian pembeli lebih selektif.
Harga domba saat ini dijual mulai Rp2 juta hingga Rp8 juta per ekor, sedangkan sapi berkisar Rp20 juta sampai Rp50 juta. Kenaikan harga mencapai 5 hingga 10 persen dibanding tahun lalu akibat naiknya biaya pakan dan transportasi.
“Biaya pakan sama ongkos angkut naik, jadi harga hewan ikut naik,” ujarnya.
Di tengah kondisi penjualan yang belum ramai, pengawasan kesehatan hewan kurban mulai diperketat Pemerintah Kota Serang. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang melakukan pemeriksaan di sejumlah lapak untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKP3 Kota Serang, Handrian Mungin mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik hewan, kelengkapan vaksinasi, serta dokumen kesehatan ternak dari luar daerah.
Lapak yang telah diperiksa diberikan stiker dan barcode sebagai tanda hewan kurban telah lolos pemeriksaan kesehatan. Pengawasan dilakukan oleh lima tim pemeriksa yang disebar ke seluruh kecamatan di Kota Serang.
“Sejauh ini tidak ditemukan penyakit berbahaya seperti PMK. Ada beberapa temuan ringan, tetapi masih aman untuk kurban,” kata Handrian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....