Inovasi Limbah Cangkang Kerang Jadi Pupuk Ramah Lingkungan
- 17 Mei 2026 19:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Dua mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang yang juga menjabat sebagai Duta Maritim Indonesia 2025, Vina Avitasari dan Muhammad Rizky, mengembangkan inovasi pupuk dari limbah cangkang kerang di Desa Domas, Kabupaten Serang. Inovasi tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah pesisir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat.
Program itu disampaikan dalam program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Minggu, 17 Mei 2026. Menurut Vina, ide pengolahan limbah kerang muncul setelah melihat banyaknya cangkang kerang yang tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi sampah di wilayah pesisir.
“Kita memutuskan bikin sesuatu yang bernilai dari limbah cangkang kerang supaya tidak cuma jadi limbah saja,” ujarnya.
Vina menjelaskan, cangkang kerang yang terkumpul kemudian digiling menggunakan alat khusus hingga menjadi serbuk halus. Serbuk tersebut dicampur dengan tanah dan bahan lain untuk dijadikan pupuk tanaman.
Ia mengatakan, pupuk tersebut telah diuji coba pada sejumlah tanaman seperti cabai dan kangkung. Hasilnya, pertumbuhan tanaman dinilai lebih cepat dibandingkan penggunaan pupuk konvensional.
Muhammad Rizky menambahkan, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai potensi ekonomi dari hasil laut yang selama ini terbuang. “Kita ingin masyarakat sadar kalau limbah kerang ini masih punya nilai dan bisa dimanfaatkan,” katanya.
Rizky mengatakan, masyarakat Desa Domas awalnya sempat ragu terhadap efektivitas pupuk berbahan limbah kerang. Namun setelah dilakukan praktik langsung, warga mulai tertarik untuk mencoba mengembangkannya.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada proses produksi, melainkan pemasaran produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Ia berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat membantu pengembangan pemasaran pupuk limbah kerang tersebut sehingga dapat menjadi produk unggulan masyarakat pesisir.
Selain memberi manfaat ekonomi, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan maritim Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi berbasis potensi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....