Dunia Kekurangan Bidan, Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

  • 12 Mei 2026 10:24 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Di tengah upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, peran bidan dinilai semakin penting dalam mendukung terciptanya generasi sehat. Tidak hanya mendampingi proses persalinan, bidan juga menjadi garda terdepan dalam edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Kepala Ruang VK RS Sari Asih Serang, Mubariyah Primasari menegaskan, dunia masih membutuhkan lebih dari satu juta bidan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan ibu dan anak.

Menurut Mubariyah, kekurangan ini tidak hanya terjadi pada jumlah tenaga, tetapi juga distribusinya yang belum merata di berbagai negara. Kondisi tersebut berdampak pada upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk Indonesia.

Ia menjelaskan, bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Tidak hanya membantu proses persalinan, bidan juga berkontribusi dalam edukasi, pencegahan komplikasi, hingga pengawalan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

“Dunia membutuhkan lebih dari sejuta bidan, karena kami adalah garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak,” ujar Mubariyah pada Selasa, 5 Mei 2026.

Di Indonesia sendiri, meski telah terjadi penurunan angka kematian ibu dan bayi, posisi Indonesia masih belum lepas dari daftar negara dengan angka kematian yang cukup tinggi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi tenaga kesehatan dan pemerintah.

Transformasi layanan kebidanan pun terus berkembang, mulai dari metode persalinan modern, penggunaan anestesi terkini, hingga pendekatan holistik seperti water birth dan layanan pasca persalinan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta kenyamanan ibu.

Mubariyah menekankan, selain peningkatan layanan, penguatan kepemimpinan bidan dan pendekatan berbasis hak perempuan juga menjadi kunci. Hal ini penting agar perempuan memiliki kendali dalam mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....