Sinergi Pertanian di Lebak Dorong Kesejahteraan Petani
- 06 Mei 2026 20:58 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dalam rangka memperkuat kolaborasi di sektor pertanian, Yayasan Bakti Bela Negara perwakilan Banten melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak,Rabu, 6 Mei 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan mitra masyarakat
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama. Agenda utama dalam kunjungan ini adalah pembahasan terkait bantuan pupuk cair. Bantuan tersebut direncanakan akan disalurkan kepada Kelompok Tani Tirta Mulya di Desa Kolelet Wetan. Kelompok tani tersebut tengah mengembangkan penanaman padi varietas PS 08.
Luas lahan yang akan digarap mencapai sekitar 10 hektare. Program bantuan pupuk cair ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mendukung keberlanjutan sistem pertanian di wilayah tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak ini, berbagai aspek teknis turut dibahas. Mulai dari kebutuhan pupuk, kesiapan lahan, hingga pendampingan kepada petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan pertanian daerah. Ia menyambut baik dukungan dari Yayasan Bakti Bela Negara.
“Kerja sama seperti ini sangat kami harapkan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kami optimistis sektor pertanian di Lebak dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani,” ujar Rahmat Yuniar. Ketua Yayasan Bakti Bela Negara perwakilan Banten, Sahruji, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program pertanian.
Ia menilai sektor ini memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap para petani. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi,” ucap Sahruji.
Pertemuan ini juga dilanjutkan dengan survei langsung ke lokasi lahan pertanian. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan serta kondisi riil di lapangan. Tim gabungan meninjau berbagai aspek penting di lokasi. Mulai dari kondisi tanah, sistem irigasi, hingga kesiapan petani dalam mengelola lahan.
Hasil survei ini akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pertanian yang berdaya, berkelanjutan, dan menyejahterakan petani di Kabupaten Lebak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....