Harga Bawang Merah Melonjak di Pandeglang
- 02 Mei 2026 16:44 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Harga komoditas bawang merah di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, mengalami kenaikan signifikan mencapai 30 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh menipisnya pasokan dari daerah penghasil akibat faktor cuaca buruk yang mengganggu hasil panen petani.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Badak, Asep, mengungkapkan harga bawang merah jenis Brebes kini menyentuh angka Rp52.000 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, komoditas unggulan ini biasanya dipasarkan pada kisaran harga Rp40.000 per kilogram.
Menurunnya kualitas hasil panen akibat intensitas hujan tinggi di daerah asal diduga menjadi penyebab utama berkurangnya stok bawang merah yang masuk ke pasar lokal Pandeglang. "Bawang merah Brebes sekarang sedang meroket dari Rp40.000 kini mencapai Rp52.000 per kilonya. Stoknya ada tapi kemungkinan berkurang karena hujan di sananya," ujar Asep, Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menyebut kenaikan harga ini tidak terjadi pada bawang merah saja, namun hampir menyeluruh pada bumbu dapur lainnya meski dengan persentase berbeda.
Pedagang lain, Olis, menyebutkan kenaikan bawang merah merupakan yang paling signifikan dibandingkan komoditas seperti bawang putih yang masih stabil di harga Rp35.000 per kilogram. Faktor cuaca ekstrem diklaimnya menyebabkan banyak petani gagal panen sehingga distribusi barang ke pasar-pasar tradisional menjadi terhambat.
Olis merinci harga cabai merah saat ini terpantau masih bertahan di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram sejak masa libur lebaran. Adapun untuk jenis cabai oren, harganya berfluktuatif berada di rentang Rp60.000 sampai Rp70.000 per kilogram tergantung ketersediaan pasokan harian dari petani.
Berbeda dengan bawang, Olis menyebut harga tomat justru menunjukkan tren penurunan ke angka Rp8.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat melambung tinggi. "Sangat berpengaruh ke omzet, konsumen yang tadinya beli sekilo jadi seperempat saja. Harapan kami sebagai pedagang yang penting harga stabil dan stok aman, tidak sampai langka di pasar," ucap Olis.
Salah seorang pembeli, Dedeh, mengungkapkan lonjakan harga bawang merah ini mulai membebani daya beli masyarakat, terutama para ibu rumah tangga. Menurutnya kini Ia cenderung mengurangi volume pembelian guna menyiasati anggaran belanja dapur yang semakin membengkak.
Kenaikan harga yang terjadi sejak masa lebaran ini dinilainya sangat memberatkan beban ekonomi rumah tangga kelas menengah ke bawah. Kepastian stok dan keterjangkauan harga diangapnya menjadi keinginan utama masyarakat agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi dengan baik.
ia berharap adanya kebijakan strategis untuk menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok agar kembali terjangkau masyarakat. "Tadi beli bumbu dapar dan harganya naik. Saya berharap kepada pemerintah supaya harga kembali normal agar belinya bisa banyak lagi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....