Angin Puting Beliung Terjang Sindangresmi Pandeglang, Tujuh Rumah Rusak
- 19 Apr 2026 13:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kampung Kadumalat, Desa Kadumalati, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu 18 April 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian konstruksi atap.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira, mengonfirmasi bahwa terjangan angin yang sangat kuat tersebut menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan beberapa bagian bangunan ambruk. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh bangunan rumah yang terdampak akibat hempasan angina tersebut.
| Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang di Banten |
"Kami telah menerima laporan resmi dari relawan KSB di lokasi. Ada tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat akibat kuatnya tiupan angin puting beliung di Desa Kadumalati," ujar Beni, Minggu 19 April 2026.
Meskipun dampak kerusakan material terlihat cukup parah, Beni memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Ia mengatakan saat kejadian berlangsung, warga berhasil menyelamatkan diri sehingga fatalitas dapat dihindari. Namun, kerugian materiil yang diderita para korban diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Hingga hari ini, sejumlah warga bersama relawan KSB dan unsur terkait masih bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan serta material atap yang berserakan. Gotong royong dilakukan untuk mengamankan barang-barang berharga milik warga yang rumahnya tidak lagi memiliki atap pelindung.
Pihak KSB bersama instansi terkait kini tengah melakukan validasi data lanjutan untuk keperluan penyaluran bantuan darurat. Bantuan logistik berupa bahan bangunan dan kebutuhan pokok menurut Beni menjadi prioritas utama bagi para korban yang rumahnya kini dalam kondisi tidak layak huni.
Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Pandeglang. Kesigapan warga dalam merespons tanda-tanda alam diharapkannya dapat terus meminimalisir risiko dampak bencana serupa di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....