Ambisi Pelajar Pandeglang Tembus Paskibraka

  • 17 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Ratusan pelajar sekolah menengah atas di Kabupaten Pandeglang menunjukkan ambisi besar untuk menembus formasi pasukan pengibar bendera pusaka hingga ke tingkat nasional pada seleksi tahun 2026. Persaingan ketat ini melibatkan 230 peserta yang tersisa dari total hampir seribu pendaftar awal yang telah melewati penyaringan wilayah serta verifikasi administrasi. Para calon anggota Paskibraka tersebut bersaing memperebutkan 50 kuota tingkat kabupaten dan 18 posisi utusan yang akan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Banten.

Sava Aulia, peserta seleksi Paskibraka asal Kabupaten Pandeglang mengungkapkan bahwa pengalaman pertama kalinya ini menjadi tantangan besar sekaligus kesempatan untuk menguji batas kemampuan dirinya. Meskipun persaingan melibatkan ratusan pelajar terbaik dari berbagai sekolah, ia tetap optimistis dapat memberikan hasil maksimal dalam setiap tahapan tes. Target realistis yang diusungnya saat ini adalah mampu menembus jajaran 50 besar untuk bertugas sebagai pengibar bendera di tingkat daerah.

Keinginannya menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengejar prestise, namun lebih kepada tanggung jawab besar sebagai representasi pemuda yang cinta tanah air. Baginya, disiplin yang diajarkan dalam setiap gerakan PBB merupakan bentuk latihan mental untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. Semangat pantang menyerah menjadi prinsip yang ia pegang teguh selama mengikuti instruksi berat dari tim penguji selama tiga hari kedepan.

"Saya ingin membangun jiwa kepemimpinan, bertanggung jawab, dan kedisiplinan lebih lanjut melalui Paskibraka. Ini pertama kalinya saya ikut seleksi dan target saya bisa lolos di tingkat daerah," ujar Sava, Jumat 17 April 2026.

Sementara seorang peserta lainnya, Morgan I Bororing menyatakan keyakinannya untuk bisa lolos hingga ke tingkat nasional melalui persiapan matang yang telah dilakukannya jauh-jauh hari. Fokus persiapannya mencakup pendalaman materi akademik untuk Tes Intelegensi Umum (TIU) serta penguatan ketahanan fisik guna menghadapi tes kesamaptaan. Keinginannya menjadi bagian dari sejarah pengibar bendera merah putih merupakan cita-cita besar yang melandasi setiap tahapan latihan yang ia jalani secara mandiri.

Bagi Morgan, seleksi Paskibraka bukan sekadar ajang unjuk kekuatan fisik, melainkan ruang pembuktian dedikasi pelajar terhadap lambang negara. Ia memandang proses penjaringan ini sebagai jembatan untuk meraih kesuksesan di masa depan melalui pembentukan karakter yang tangguh dan berintegritas. Harapan besarnya adalah mampu melampaui capaian di tingkat daerah dan membawa nama harum Kabupaten Pandeglang hingga ke kancah nasional sebagai pengibar bendera pusaka.

"Untuk seleksi Paskibra saya pertama kali mengikuti ini namun saya sangat siap karena sudah mempersiapkannya dari lama. Persiapan saya mulai dari belajar materi hingga kegiatan fisik," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....