Kenaikan Harga Plastik Berdampak Terhadap Harga Jajanan
- 14 Apr 2026 16:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Kenaikan harga plastik yang mencapai dua kali lipat dari harga biasanya, berdampak terhadap harga jajanan dan makanan ringan yang dikemas menggunakan plastik. Kondisi itu terjadi di wilayah Kota Cilegon dalam sepekan terakhir.
"Iya pak naik kaya harga bubur, harga keripik, makanan ringan dan harga kueh basah," kata Kepala UPT Pasar Kranggot Kota Cilegon, Siti Rogayah kepada RRI, Selasa 14 April 2026.
Rogayah menyampaikan, kenaikan harga rata-rata berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 setiap porsinya. "Lumayan kenaikan nya buat harga jajanan mah. Sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 kenaikan sudah sepekan terakhir ini," ujar Rogayah.
Untuk itu, Rogayah mengimbau kepada pedagang jajanan dan makanan ringan untuk memanfaatkan daun pisang atau koran untuk mengurangi penggunaan plastik tersebut. "Kalau bisa bungkusnya diganti, kalau bisa pake daun atau koran. Biar harga tetap normal ga berdampak ke pembeli," katanya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Fitriadi Ahmad menyampaikan, terkait harga jajanan dan makanan ringan yang beredar di masyarakat tidak masuk dalam pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon.
"Kalau itu bukan pengawasan kami. Kalau kita ngawasin harga bahan pokok saja," ucap Fitriadi.
Meski demikian, Fitriadi menyampaikan, terdapat sejumlah harga bahan pokok yang mengalami kenaikan. Seperti, harga cabai besar, cabai rawit hijau, dan harga ikan kembung dan wortel. "Rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp2000 per kilogramnya," ujar Fitriadi.
Sementara, terjadi penurunan harga cabai rawit merah, dan harga telur ayam. "Harga cabai rawit merah dari Rp75.000 menjadi Rp70.000 per kilogramnya. Sedangkan harga telur ayam, dari Rp29.000 menjadi Rp28.000 per kilogramnya," katanya.
Menurut Fitriadi, kenaikan sejumlah harga bahan pokok diakibatkan dari keterlambatan pasokan yang dikirim dari petani. Sehingga, kondisi itu berdampak terhadap ketersediaan bahan pokok tersebut. "Penyebabnya karena keterlambatan pasorang dari petani. Sehingga harga mengalami kenaikan, " ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....