Gorong-Gorong Sempit Picu Banjir di Desa Cikayas
- 09 Apr 2026 21:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Luapan Sungai Cilowong merendam permukiman warga di Kampung Cikayas, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang pada Kamis 9 April 2026. Banjir dipicu oleh ketidakmampuan sungai dalam menampung debit air akibat penyempitan pada saluran gorong-gorong irigasi. Infrastruktur yang dibangun oleh otoritas terkait tersebut dinilai terlalu kecil sehingga menghambat laju aliran air saat intensitas hujan meningkat di wilayah hulu maupun hilir.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (FK-KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira, menyatakan penyempitan gorong-gorong di bawah saluran irigasi tersebut merupakan penyebab utama air meluap ke pemukiman warga. Sebelum adanya pembangunan gorong-gorong dengan diameter kecil tersebut, menurutnya wilayah Cikayas tidak pernah mengalami banjir dengan dampak separah saat ini.
"Banjir ini penyebab utamanya adalah gorong-gorong irigasi yang dibangun oleh pihak balai terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung debit air besar dari Sungai Cilowong. Kami berharap pihak BBWSC3 segera melakukan rehabilitasi atau membangun ulang gorong-gorong tersebut agar tidak terjadi banjir terus-menerus," ujar Beni, Kamis 9 April 2026.
Ia menyebut ketinggian air di area rendah permukiman saat ini terpantau mencapai satu meter, sementara pada beberapa titik terdalam di area belakang rumah warga kedalaman air menyentuh 1,5 meter. Kondisi cuaca yang masih menunjukkan tanda-tanda hujan dikhawatirkannya akan terus menaikkan level permukaan air di Desa Cikayas.
Beni mengatakan karakteristik banjir di wilayah Angsana sebenarnya tergolong sebagai banjir lintasan yang akan surut dalam waktu empat hingga lima jam setelah hujan berhenti. Namun, karena tersumbatnya aliran di gorong-gorong irigasi, Ia menilai proses evakuasi air menjadi terhambat dan meningkatkan risiko kerugian materi bagi masyarakat.
"Ketinggian air di daerah rendah mencapai 1 meter dan di wilayah yang dalam bisa sampai 1,5 meter, bahkan dulu pernah sampai 2 meter kalau hujan tidak berhenti. Warga sekarang sedang sibuk menyelamatkan barang elektronik dan membersihkan sampah yang nyangkut agar air cepat surut," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....