Pelatihan Olahan Ikan Dorong Kemandirian Disabilitas dan UMKM di Serang

  • 06 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Pemerintah Kabupaten Serang mengadakan pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi penyandang disabilitas serta sosialisasi kurasi produk UMKM di Pesona Krakatau Hotel and Cottage, Kecamatan Cinangka, Senin 6 April 2026. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah bahan baku ikan menjadi produk siap jual, seperti otak-otak, bakso ikan, dan dimsum.

“Hari ini kami membuka pelatihan pengolahan hasil perikanan untuk penyandang disabilitas dan sosialisasi kurasi produk UMKM, sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang dengan Balai Diklat Industri Jakarta di bawah Kementerian Perindustrian. Melalui kolaborasi ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih higienis dan kompetitif di pasaran.

Sebanyak 40 orang mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 20 penyandang disabilitas dan 20 pelaku UMKM. Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan materi yang mencakup teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Menurut Ratu Zakiyah, kegiatan ini menjadi peluang untuk membuka lapangan usaha baru serta menekan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Serang. Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan secara serius agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Selain keterampilan produksi, peserta juga diberikan pemahaman terkait standar pemasaran. Pemerintah daerah turut menghadirkan pihak ritel modern guna memberikan gambaran persyaratan produk agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas.

Para pelaku UMKM pun didorong untuk melengkapi berbagai perizinan, seperti PIRT, sertifikasi halal, dan pencantuman tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah memastikan adanya pendampingan lanjutan bagi penyandang disabilitas, termasuk bantuan dalam pengurusan izin usaha serta akses permodalan melalui kerja sama dengan lembaga keuangan daerah.

Sementara Kepala Balai Diklat Industri Jakarta, Ali Khomaini mengatakan, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup penguatan soft skill, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta teknik pemasaran.

"Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan taraf ekonomi mereka ke depan," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....