Ruang Kelas Ambruk, Puluhan Siswa SDN Kutakarang 3 Terpaksa Belajar di Dapur
- 06 Apr 2026 11:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Kondisi memprihatinkan melanda puluhan siswa di SDN Kutakarang 3, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Pergeseran tanah mengakibatkan dua ruang kelas ambruk, da membuat aktivitas belajar mengajar kini terpaksa dialihkan ke ruang perpustakaan dan area dapur sekolah.
Salah seorang tenaga pengajar, Ade, menjelaskan bahwa pengalihan ruang belajar ini telah berlangsung sejak awal Februari 2026. Ia menyebut sebanyak 26 siswa yang terdiri dari kelas 3 dan kelas 4 terdampak langsung oleh kerusakan infrastruktur ini.
Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut memang sangat labil, sehingga bangunan permanen sekalipun rentan mengalami retakan besar hingga roboh jika terjadi pergeseran tanah. "Kami terpaksa memindahkan siswa ke perpustakaan dan dapur karena ruang kelas sudah tidak bisa digunakan. Kondisinya tentu kurang nyaman karena mereka harus belajar berdesakan di ruangan yang sempit," ujar Ade, Senin 6 April 2026.
Menurut Ade kerusakan tersebut dilaporkan tidak hanya terjadi pada dua ruang kelas yang ambruk, namun mulai merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Sejumlah titik retakan baru ditemukannya pada konstruksi gedung yang masih berdiri, Ia pun khawatir kerusakan tersebut akan memicu kerusakan meluas jika tidak segera mendapat penanganan teknis. Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi konkret berupa pembangunan kembali ruang kelas yang aman dan representatif.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan di SDN Kutakarang 3 menjadi prioritas yang akan segera ditindaklanjuti. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) akan melakukan evaluasi lapangan untuk menentukan langkah renovasi atau pembangunan ulang agar proses transformasi ilmu bagi siswa tidak terus terhambat.
"Ini menjadi pekerjaan rumah penting bagi kami. Kami segera instruksikan dinas terkait untuk menindaklanjuti, minimal ada perbaikan darurat agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Kami berkomitmen mendorong percepatan revitalisasi pendidikan sebagai investasi generasi unggul ke depan," kata Iing.
Menurut Iing berdasarkan data pemerintah daerah, tantangan infrastruktur pendidikan di Pandeglang memang masih cukup besar, Ia menyebut sekitar 30 persen dari total 1.000 sekolah mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi. Pemkab Pandeglang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui program nasional guna mempercepat perbaikan fasilitas sekolah yang terdampak bencana maupun faktor usia bangunan di seluruh wilayah Pandeglang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....