Menteri Transmigrasi Dorong Pengembangan Industri Baru di Kawasan Tol Serpan
- 03 Apr 2026 19:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pembangunan ekosistem ekonomi berbasis industri menjadi strategi utama guna mencegah eksodus pemuda Kabupaten Pandeglang ke luar daerah untuk mencari pekerjaan. Kehadiran akses Tol Serang-Panimbang (Serpan) yang sedang berproses, dinilai sebagai magnet kuat untuk menarik investasi skala besar di sektor industri manufaktur maupun kesehatan.
Melalui ketersediaan kawasan industri yang terintegrasi, generasi muda diharapkan mampu membangun ekonomi lokal tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran mereka.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan, pentingnya menciptakan alasan kuat bagi para generasi muda agar tetap tinggal dan berkontribusi di Pandeglang. Dalam diskusi Mulang Talk di Gedung Graha Pancasila, Jumat, 3 April 2026, dia menyebut penguatan ekonomi melalui industrialisasi adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Komitmen ini menurutnya diperkuat dengan adanya minat investor luar negeri yang mensyaratkan ketersediaan lahan luas di kawasan strategis yang terhubung dengan akses jalan bebas hambatan.
"Membangun ekonomi adalah satu-satunya jalan agar adik-adik mahasiswa tidak keluar dari Pandeglang. Saya sudah berkomitmen, jika tersedia kawasan 1.000 hektare ditopang Tol Serang-Panimbang, kita bisa bangun ekosistem ekonomi baru agar lapangan kerja tersedia luas di sini," ujarnya, jumat 3 April 2026.
Iftitah mengatakan, pemerintah pusat siap mendukung pembukaan kawasan ekonomi baru seluas 1.000 hektare jika pemerintah daerah mampu menjamin ketersediaan lahan yang memadai. Peluang ini mencakup pembangunan rumah sakit bertaraf internasional hingga pabrik pengolahan yang terhubung langsung dengan koridor transmigrasi.
"Keberhasilan proyek ini sepenuhnya bergantung pada antusiasme dan kecepatan pemerintah daerah dalam merespons peluang investasi yang ditawarkan oleh kementerian pusat," ucapnya.
Sementara, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menegaskan, membangun daerah di Kabupaten Pandeglang yang berusia 152 tahun membutuhkan kerja keras kolektif dan keterbukaan terhadap solusi dari masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen akan membenahi sektor-sektor mendasar dan merealisasikan harapan warga melalui semangat gotong royong seluruh stakeholder.
Meski ia menyadari kondisi fiskal daerah saat ini sedang dalam tantangan besar, optimisme tetap dikedepankan dengan mengajak para "indung" atau putra daerah untuk kembali dan memberikan manfaat bagi tanah kelahiran.
Menurutnya semangat "Gong Salaka" yang diusung Pemerintah Daerah dalam peringatan hari jadi tahun ini menjadi wadah pertemuan antara gagasan menteri yang juga putra daerah dengan kebutuhan riil konstituen di tingkat lokal. Kolaborasi ini diharapkannya melahirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia.
"Membangun Pandeglang bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi butuh kolaborasi pentaheliks termasuk masyarakat dan mahasiswa. Di usia ke-152 ini, kami siap menerima solusi dan duduk bareng semua stakeholder untuk mencari jalan terbaik di tengah situasi yang kurang baik-baik saja ini," ucap Iing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....