Makam Keramat Palsu di Pandeglang Dibongkar

  • 30 Mar 2026 16:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Sebuah makam keramat yang diduga palsu di wilayah Blok Hunjuran, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, akhirnya dibongkar Senin 30 Maret 2026. Langkah tegas ini diambil oleh pemerintah desa setempat bersama tokoh masyarakat dan ulama karena keberadaan makam tersebut dinilai tidak memiliki silsilah serta asal-usul yang jelas. Pembongkaran dilakukan guna menghindari potensi penyimpangan akidah di tengah masyarakat.

Kepala Desa Panjangjaya, Saripudin, mengonfirmasi pihak desa sebelumnya telah berupaya melakukan tabayun atau klarifikasi kepada oknum yang diduga membangun makam tersebut. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, orang yang bersangkutan tidak mampu memberikan penjelasan medis maupun historis terkait siapa yang dimakamkan di lokasi itu. Lantaran teguran tidak diindahkan, Ia pun bersama warga dan aparatur desa memutuskan untuk meratakan bangunan makam tersebut secara gotong royong.

"Kami khawatir arahnya ke hal negatif atau kemusyrikan karena asal-usulnya tidak jelas. Kalau silsilahnya jelas tentu kami dukung, tapi karena ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka hari ini kami lakukan pembongkaran berdasarkan kesepakatan bersama," ujar Saripudin, Senin 30 Maret 2026.

Saripudin menegaskan bahwa kekhawatiran utama pihak desa adalah munculnya praktik kemusyrikan jika keberadaan makam misterius tersebut dibiarkan tanpa pengawasan. Menurutnya, jika sebuah makam memiliki sejarah yang valid dan silsilah yang dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah desa pasti akan mendukung sebagai bentuk pelestarian religi. Namun, dalam kasus ini, Ia menyebut ketidakjelasan identitas makam justru dikhawatirkan akan memicu aktivitas negatif yang merugikan masyarakat sekitar.

Senada dengan pemerintah desa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Panjangjaya, Suhendi, menyatakan keberadaan makam baru ini terungkap berdasarkan laporan warga yang merasa curiga. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, menurutnya tidak ada satu pun pihak yang berani menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan makam di Blok Hunjuran tersebut. Hal ini memperkuat dugaannya bahwa makam tersebut sengaja dibuat untuk tujuan tertentu yang tidak berlandaskan pada fakta sejarah maupun syariat.

Suhendi menambahkan, tindakan pembongkaran ini juga telah mendapatkan restu dan persetujuan dari ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi. Menurutnya keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga kemurnian akidah generasi mendatang agar tidak terjebak dalam pemujaan terhadap makam-makam yang tidak jelas asal-usulnya.

"Di sini Blok Hunjuran, Panjangjaya ada yang membuat makom baru, tapi setelah dua hari kemudian saya ngecek betul ada. Saya tanya siapa yang membangun satu orang pun tidak ada yang berani menjelaskan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....