ASN Pandeglang Diimbau Waspada Skema Ponzi Antarteman
- 23 Apr 2026 19:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang diminta untuk mewaspadai modus penipuan investasi dengan skema ponzi yang memanfaatkan kedekatan pertemanan. Modus ini dianggap paling efektif menjerat korban karena unsur kepercayaan yang tinggi terhadap orang yang dikenal di lingkungan kerja maupun sosial.
Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang mencatat sesuai temuan di lapangan, banyak korban baru menyadari diri mereka tertipu setelah menyetorkan uang dalam jumlah besar namun aplikasi atau situs investasi tersebut tiba-tiba tidak dapat diakses.
Kepala Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Nandar Suptandar menjelaskan bahwa promosi dari teman dekat seringkali lebih dipercaya oleh ASN dibandingkan informasi yang beredar di media sosial. Para pelaku kejahatan disebutnya biasanya memberikan keuntungan awal kepada beberapa orang untuk menciptakan testimoni palsu yang meyakinkan bagi calon korban lainnya.
Ketika jumlah uang yang terkumpul sudah cukup besar, sistem tersebut biasanya akan berhenti beroperasi dan merugikan seluruh nasabahnya. "ASN biasanya lebih percaya kalau yang bercerita itu teman dekatnya, yang menjanjikan sudah dapat keuntungan dalam satu minggu. Setelah menyetorkan uang dalam jumlah cukup besar, barulah mereka sadar itu penipuan," kata Nandar, Kamis 23 April 2026.
Diskomsantik menegaskan tidak ada mesin penghasil uang instan yang dapat memberikan keuntungan besar tanpa kerja keras dan legalitas yang jelas. Menurutnya fenomena ini harus menjadi perhatian serius bagi para pegawai Pemda karena dampaknya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencoreng reputasi birokrasi secara keseluruhan. Penekanan pun dikatakannya akan diberikan kepada seluruh pegawai Pemda agar tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming kekayaan cepat yang tidak memiliki dasar hukum dari otoritas keuangan resmi.
Nandar mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi menyeluruh ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pandeglang. Namun, Diskomsantik menyadari bahwa meskipun ratusan ribu situs investasi bodong telah diblokir pemerintahnpusat, pelaku selalu mampu menciptakan situs baru dengan server luar negeri yang sulit dideteksi. Oleh karena itu, Ia menilai kesadaran individu dari para ASN menjadi kunci utama dalam memutus rantai penipuan berbasis aplikasi di lingkungan pemerintahan.
Kolaborasi aktif antara pegawai dan Diskomsantik sangat diperlukan untuk mendeteksi keberadaan aplikasi mencurigakan sedini mungkin. Pegawai diminta untuk tidak segan berkomunikasi dengan tim teknis informatika apabila mendapatkan tawaran investasi yang mencurigakan.
Dalam beberapa kejadian, koordinasi yang cepat telah terbukti mampu menyelamatkan aset pegawai dari upaya penipuan yang melibatkan pengiriman uang ke luar wilayah Banten. "Tidak ada investasi atau mesin penghasil uang yang instan tanpa bekerja keras. Kalau ada komunikasi ke kami, kami bisa segera mengecek dan mencegah agar kerugian tidak terjadi," ujarnya.
Pihak Diskomsantik juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai cara kerja sistem digital dan risiko yang menyertainya dalam setiap transaksi keuangan daring. Kemajuan teknologi dikatakannya harus dibarengi dengan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk intimidasi atau manipulasi informasi yang dilakukan pelaku siber.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....