Ribuan Warga Muhammadiyah Pandeglang Laksanakan Salat Idulfitri Hari Ini

  • 20 Mar 2026 12:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Ribuan warga Muhammadiyah di Kabupaten Pandeglang melaksanakan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026. Penetapan 1 Syawal ini merujuk pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah. Pelaksanaan ibadah dipusatkan di belasan titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang dengan mengedepankan semangat kebersamaan.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pandeglang, Muhamad Juwayni, menjelaskan aktivitas takbiran telah dimulai sejak Kamis malam sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan. Ia menyebut terdapat 11 cabang Muhammadiyah di Pandeglang yang menyelenggarakan rangkaian ibadah di lokasi yang berbeda-beda. Pemetaan titik-titik lokasi tersebut dilakukan untuk memudahkan akses jemaah yang tersebar di wilayah perkotaan hingga pelosok desa.

Panitia penyelenggara menetapkan sejumlah lapangan terbuka sebagai lokasi utama pelaksanaan salat Id, seperti halaman SMK Muhammadiyah Kuranten dan Alun-alun Menes. Selain itu, lapangan di wilayah Kubangkondang, Panimbang, Labuan, Patia, Pagelaran, hingga Bojongmanik turut disiapkan sebagai pusat konsentrasi jemaah. Penggunaan fasilitas masjid disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk pelaksanaan di ruang terbuka.

"Selama tidak hujan, kita di lapangan. Kalau hujan, kita gunakan fasilitas seperti masjid atau fasilitas milik masing-masing cabang," ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.

Menurutnya total jemaah yang mengikuti salat Id di seluruh wilayah Pandeglang diperkirakan mencapai 2.200 orang. Estimasi tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kunjungan 200 jemaah pada setiap titik pelaksanaan yang telah terdata oleh pimpinan daerah. Pelaksanaan salat sendiri mulai berlangsung serentak pada pukul 06.30 WIB dengan menghadirkan imam dan khatib dari jajaran pimpinan persyarikatan.

Terkait dinamika perbedaan waktu hari raya, Muhammadiyah Pandeglang menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah antarumat beragama. Pihaknya tidak mengeluarkan imbauan khusus mengenai kegiatan takbir keliling guna menjaga kondusivitas wilayah. Takbiran difokuskan pada masjid dan pusat kegiatan Muhammadiyah dengan semangat refleksi ibadah selama satu bulan penuh.

"Tidak ada imbauan untuk takbir keliling, tapi takbiran tetap ada. Karena ada potensi perbedaan, kita harus saling menjaga dan tetap mengedepankan sikap saling menghormati," kata Juwayni.

Penetapan Idulfitri melalui metode hisab dipandangnya sebagai wujud komitmen organisasi dalam menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar utama dalam menjalankan ibadah. Pemahaman mengenai perhitungan astronomi menjadi instrumen penting bagi Muhammadiyah dalam memberikan kepastian waktu ibadah bagi para anggotanya. Langkah ini diharapkannya dapat memperkuat keyakinan spiritual warga dalam merayakan hari kemenangan secara khidmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....