Hari Raya Nyepi, Momentum Penyucian Diri dan Keharmonisan Hidup
- 17 Mar 2026 13:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Hari Raya Nyepi menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi dan penyucian diri, sekaligus menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam semesta. Perayaan ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian Tahun Baru Saka, tetapi juga sebagai waktu untuk menata kembali keseimbangan hidup secara lahir dan batin.
Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Banten, I Ketut Wisanta mengatakan, Nyepi bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sarana refleksi diri yang dilakukan secara menyeluruh oleh umat Hindu. Melalui perenungan mendalam, umat diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, makna utama Nyepi adalah menyucikan buana alit dan buana agung, yaitu manusia sebagai mikrokosmos dan alam semesta sebagai makrokosmos, sehingga tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan.
“Makna utama dari Hari Nyepi adalah penyucian buana alit dan buana agung, yakni diri manusia dan alam semesta, agar tercipta keharmonisan,” ujarnya dalam dialog Moderasi Beragama bersama RRI Banten, Selasa, 17 Maret 2026.
Selain sebagai sarana penyucian, Nyepi juga dimanfaatkan umat Hindu sebagai waktu yang tepat untuk merenung, menilai kembali tindakan di masa lalu, serta berkomitmen memperbaiki diri di masa mendatang. Momentum ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
I Ketut mengatakan, dalam pelaksanaannya, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam. Empat pantangan tersebut meliputi tidak menyalakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), dan tidak menikmati hiburan (amati lelanguan). Seluruh aktivitas tersebut dihentikan sementara guna mencapai ketenangan batin.
“Keheningan dalam Nyepi berarti menenangkan pikiran dan emosi agar mencapai kedamaian jiwa serta mendekatkan diri kepada Tuhan,” katanya.
Melalui keheningan tersebut, umat Hindu diharapkan mampu mengendalikan diri, membersihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Selain itu, tubuh juga diberikan waktu untuk beristirahat dari berbagai aktivitas sehari-hari.
Momentum Nyepi pun diharapkan dapat membawa perubahan positif, tidak hanya bagi individu secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai seperti kedamaian, pengendalian diri, dan keharmonisan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....