DP2KBP3A Pandeglang Dorong Peningkatan Penggunaan Alat Kontrasepsi

  • 07 Mar 2026 08:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang menekankan akan keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurangi beban kontrasepsi yang selama ini didominasi oleh pihak istri atau kaum perempuan.

Melalui program Metode Operasi Pria (MOP) dan penggunaan kondom, para suami diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan terencana.

Kepala Bidang Keluarga Berencana pada DP2KBP3A, Imas mengatakan, DP2KBP3A terus melakukan edukasi terkait pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab reproduksi yang tidak hanya bertumpu pada satu pihak. Menurutnya petugas di lapangan aktif mendatangi pasangan usia subur untuk memberikan pilihan alternatif jika pihak istri mengalami kendala medis dalam menggunakan alat kontrasepsi.

Ia mengklaim pola pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran pria untuk ikut serta dalam metode kontrasepsi jangka panjang maupun jangka pendek.

"Kami selalu turun ke lapangan melalui Balai Penyuluh KB untuk mensosialisasikan pentingnya peran pria, baik lewat MOP maupun kondom. Fokus kami adalah keluarga yang istrinya tidak memungkinkan lagi ber-KB, maka suaminya yang kami sasar," katanya, Sabtu 7 Maret 2026.

Meski pemahaman mulai meningkat, menurut Imas penggunaan kondom di Kabupaten Pandeglang tercatat masih rendah yakni berada di angka 46 persen. Rendahnya angka ini disebabkan oleh dominasi penggunaan alat kontrasepsi wanita seperti suntik dan pil yang masih menjadi pilihan utama di masyarakat.

"Pemerintah daerah terus berupaya menyeimbangkan partisipasi ini dengan memastikan ketersediaan alat kontrasepsi pria di setiap fasilitas kesehatan," ucap dia.

Imas mengatakan, DP2KBP3A terus melakukan rekrutmen peserta KB pria secara terukur dengan melibatkan pendampingan bagi pasangan suami istri sebelum tindakan dilakukan. Hal ini dinilainya penting untuk memastikan kesepakatan bersama dan memberikan ketenangan psikologis bagi calon peserta, terutama terkait kekhawatiran terhadap prosedur medis.

DP2KBP3A memastikan seluruh layanan KB bagi pria diberikan secara profesional dan tanpa biaya bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.

Hingga saat ini, DP2KBP3A mencatat ketersediaan stok kondom di gudang farmasi dilaporkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Imas menghimbau kepada masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses alat kontrasepsi tersebut secara cuma-cuma melalui petugas penyuluh KB di wilayah masing-masing.

Ke depan, DP2KBP3A menargetkan kenaikan persentase penggunaan alat kontrasepsi pria hingga di atas 50 persen melalui berbagai momen pelayanan terpadu. Dukungan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga terus digalang untuk memperkuat narasi bahwa KB pria adalah bagian dari kesejahteraan keluarga.

Keberhasilan program ini menjadi tolok ukur DP2KBP3A dalam kemajuan pola pikir masyarakat dalam mendukung kemandirian kesehatan reproduksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....