Puluhan Rumah di Bayah Retak Parah, Warga Mulai Mengungsi
- 03 Mar 2026 15:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 32 rumah warga di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengalami keretakan akibat pergeseran tanah. Kondisi ini memaksa tujuh kepala keluarga (KK) mengungsi karena rumah mereka dinilai sudah tidak lagi aman untuk ditempati.
Berdasarkan pantauan di lokasi, keretakan tampak pada dinding dan lantai rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Beberapa bangunan bahkan terlihat nyaris terbelah akibat tanah yang terus bergerak. Retakan memanjang terlihat jelas di sejumlah rumah, terutama pada bagian fondasi dan lantai. Saat musim hujan tiba, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena tanah menjadi lebih labil.
Salah seorang warga terdampak, Rahmi Nur mengaku, kondisi terparah terjadi dalam tiga tahun terakhir. Ia mengatakan rumahnya kini kosong karena khawatir sewaktu-waktu roboh. “Saya takut tiba-tiba rumah roboh. Makanya saya sudah pindah ke tempat saudara dan mengosongkan rumah,” ujar Rahmi, Selasa, 3 Maret 2026.
| Baca juga: Pagi Ini Cuaca di Banten Didominasi Berawan |
Menurut Rahmi, selain dirinya, enam kepala keluarga lainnya juga telah meninggalkan rumah mereka. Keretakan yang semakin melebar membuat mereka tidak punya pilihan selain mengungsi demi keselamatan. “Sekarang musim hujan, warga di sini merasa waswas takut tiba-tiba rumah roboh. Kami bukan tidak mau mengungsi, tapi mau ke mana karena tidak ada tempat lain,” katanya.
Meski demikian, puluhan rumah lainnya masih tetap dihuni. Warga yang bertahan mengaku terpaksa tinggal karena tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, membenarkan adanya pergeseran tanah di Kampung Cinangga. Ia menyebut fenomena tanah labil sebenarnya sudah terjadi sejak lama.
“Tanah labil di Kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu. Ada 32 rumah terdampak dengan keretakan sedang hingga parah, dan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi,” ujar Rafik.
Rafik menjelaskan, total ada sekitar 32 kepala keluarga atau hampir 150 jiwa yang kini hidup dalam bayang-bayang ancaman rumah roboh. Mereka terus dihantui rasa cemas, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Pemerintah desa, lanjut Rafik, sebenarnya telah menyiapkan lahan untuk relokasi warga terdampak. Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
“Kami sudah punya lahan untuk relokasi, hanya terbentur anggaran. Kami berharap Pemkab Lebak dan Pemprov Banten segera melakukan upaya serius agar warga bisa direlokasi sebelum terjadi hal yang lebih buruk,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....