iSIKHNAS Dorong Deteksi Dini Penyakit Hewan Lebak

  • 26 Feb 2026 03:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Lebak. Sistem ini mendukung deteksi dini, respon cepat, serta pemetaan penyakit hewan secara akurat dan terintegrasi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kasmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Hanik Malichatin, mengatakan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) membantu daerah dalam membaca situasi penyakit, baik di tingkat lokal maupun nasional, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Salah satu dampak nyata dari pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) adalah status Kabupaten Lebak yang telah lebih dari 14 tahun tidak mencatatkan kasus rabies. Kondisi tersebut mendorong perubahan status daerah menuju roadmap pembebasan rabies.

“Dengan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), situasi penyakit bisa terbaca secara nasional. Kabupaten Lebak yang sudah bertahun-tahun bebas rabies kini masuk dalam peta menuju pembebasan rabies,” kata Hanik Malichatin, Rabu 25 Februari 2026.

Selain deteksi dini, Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) juga terintegrasi dengan berbagai program lain, seperti pelaporan inseminasi buatan, kebuntingan, kelahiran ternak, hingga pemeriksaan pemotongan hewan di rumah potong hewan dan pengawasan hewan kurban.

Namun demikian, penerapan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan jaringan di wilayah pelosok serta jumlah petugas kesehatan hewan yang terbatas untuk menjangkau 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Meski begitu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak terus mendorong komitmen petugas dan partisipasi masyarakat agar pelaporan kejadian penyakit tetap berjalan, baik melalui aplikasi, SMS, maupun laporan langsung, demi memperkuat sistem kesehatan hewan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....