Komunitas Tionghoa Serang Dorong Pelestarian Budaya Imlek
- 17 Feb 2026 19:11 WIB
- Banten
RRI.co.id, Serang - Komunitas Tionghoa Serang terus mendorong pelestarian budaya Imlek yang dinilai mulai memudar di Kota Serang. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan tradisi Tionghoa sekaligus memperkuat identitas budaya kota yang majemuk dan terbuka terhadap keberagaman. Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Tionghoa Serang, Muhammad Iwan Subakti, dalam dialog Moderasi Beragama di RRI Pro 1 Banten, Selasa, 17 Februari 2026.
Iwan mengatakan komunitas tersebut baru terbentuk pada 2025. Pembentukannya dilatarbelakangi oleh minimnya pencatatan dan ekspresi budaya Tionghoa di Kota Serang, meskipun keberadaan masyarakat Tionghoa telah lama menjadi bagian dari sejarah daerah tersebut.
Komunitas Tionghoa Serang juga berupaya menghidupkan kembali tradisi yang mulai jarang terlihat di ruang publik, seperti pertunjukan barongsai dan liong. Keberadaan komunitas ini diharapkan menjadi jembatan agar budaya Tionghoa di Serang dapat terdokumentasi, dikenal generasi muda, dan berkembang secara inklusif bersama masyarakat luas.
“Kami ingin budaya Tionghoa di Serang tercatat dan berkembang, bukan sekadar dikenang, tetapi juga dirayakan bersama masyarakat,” ujarnya.
| Baca juga: Edukasi Jadi Kunci Wujudkan Zero Waste |
Sebagai langkah konkret, komunitas tersebut tengah merencanakan penyelenggaraan Festival Imlek dan Cap Go Meh yang ditargetkan masuk dalam kalender event Kota Serang pada 2027. Festival ini direncanakan mengadaptasi budaya lokal Banten, melibatkan seni bela diri, kuliner daerah, serta partisipasi masyarakat lintas agama sebagai wujud harmoni sosial.
Ia menambahkan, pelestarian budaya Imlek tidak hanya ditujukan bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan seluruh masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, perayaan Imlek diharapkan dapat menjadi salah satu identitas budaya Kota Serang yang mencerminkan toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....