Insan RRI Raih Penghargaan Nasional di HPN 2026
- 09 Feb 2026 12:13 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Prestasi kembali diraih insan Radio Republik Indonesia pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Dua karya jurnalistik dari RRI berhasil meraih penghargaan nasional, masing-masing dari RRI pusat dan RRI daerah.
Reporter Pro 3 RRI, Danang Sundoro, meraih Penghargaan Adinegoro yang diserahkan pada HPN 2026. Karya audio yang mengantarkannya meraih penghargaan tersebut dinilai sebagai karya terbaik LPP Radio Republik Indonesia kategori audio.
Danang Sundoro menjelaskan, karya berjudul Dari "Jelantah untuk Bumi dan Langit Ibu Pertiwi" berangkat dari fenomena sederhana minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah. Dalam proses peliputan, ia bersama rekannya menelusuri pengelolaan jelantah yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.
"Awalnya kami membidik jelantah sebagai sumber penghasilan. Dalam perkembangannya, kami menemukan fakta jelantah juga dimanfaatkan sebagai bagian dari bahan bakar pesawat,” kata Danang, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menuturkan, ketertarikan semakin kuat saat mengetahui minyak jelantah menjadi salah satu komponen bahan bakar pesawat Pelita Air milik Pertamina. Pesawat tersebut diketahui melakukan penerbangan perdana dengan campuran bahan bakar berbasis jelantah pada Oktober 2025.
Dalam karyanya, Danang juga mengangkat praktik penggunaan minyak goreng di tingkat pedagang kecil, seperti penjual pecel lele, hingga rumah tangga. Minyak jelantah yang sebelumnya dibuang kini dikumpulkan dan dikelola melalui program yang melibatkan masyarakat, sekolah, dan lembaga pendidikan.
“Program ini berdampak langsung pada pengurangan pencemaran sekaligus memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.
Selain Danang Sundoro, penghargaan juga diraih RRI Nunukan melalui karya jurnalistik Salma Amin. RRI Nunukan memperoleh Anugerah PWI kerja sama Polri 2026 untuk kategori radio, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dan diserahkan pada momentum HPN.
Salma Amin menjelaskan, karya berjudul "Siulan Polisi Pengubah Takdir" memotret kepedulian seorang polisi di Kabupaten Nunukan terhadap anak-anak pedagang asongan di kawasan pelabuhan.
“Nunukan merupakan daerah perbatasan dan wilayah transit. Banyak pedagang asongan membawa anak-anak mereka yang tidak bersekolah,” ujar Salma.
Dalam karya tersebut, Salma mengangkat sosok Berlin, perwira polisi yang pada 2014 menjabat Kepala Polsek Kawasan Pelabuhan Nunukan. Ia menggagas Rumah Belajar di Warung Kamtibmas yang dikelola oleh polisi untuk anak-anak pedagang asongan.
Program tersebut berkembang menjadi Wahana Pendidikan Perbatasan pada 2020. Fasilitas ini tidak hanya melayani anak-anak pedagang asongan, tetapi juga anak pekerja migran Indonesia yang dideportasi dan belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Dari catatan pengelola, hingga kini sebanyak 73 anak berhasil difasilitasi dan masuk ke sekolah negeri. Mereka sebelumnya tidak mengenal baca tulis dan angka.
Salma mengaku tidak menyangka karya dari daerah perbatasan dapat meraih penghargaan nasional. Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi bagi RRI Nunukan untuk terus menyuarakan kisah-kisah kemanusiaan di wilayah perbatasan.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk tim RRI Nunukan dan Pak Berlin yang telah membuka jalan pendidikan bagi anak-anak di daerah kami,” katanya.
Prestasi Danang Sundoro dan Salma Amin menegaskan peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang terus menghadirkan karya jurnalistik berdampak, baik di tingkat nasional maupun daerah, lintas platform, dan lintas wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....